KUPANG – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan kisah memilukan yang datang dari dunia akademis. Seorang mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral setelah terlihat histeris dan mengalami depresi berat menjelang ujian skripsinya yang dikabarkan telah batal hingga 12 kali.
Dalam video yang beredar luas, kondisi psikologis mahasiswi yang kerap disebut dengan inisial "J" atau "Jessica" tersebut terlihat sangat tertekan. Ia mengaku mengalami kelelahan mental yang luar biasa akibat permintaan pergantian dosen penguji secara berulang-ulang tanpa kepastian yang jelas. Situasi ini dinilai warganet sebagai bentuk birokrasi akademik yang berbelit dan tidak manusiawi.
Kasus ini langsung memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan dari berbagai kalangan, mulai dari sesama mahasiswa, alumni, hingga pemerhati pendidikan. Banyak yang menyoroti bahwa sistem yang seharusnya mendidik, justru berpotensi mengorbankan kesehatan mental mahasiswanya. Tagar terkait kasus ini pun sempat menjadi trending topic di berbagai platform media sosial, menuntut keadilan dan transparansi.
Menanggapi besarnya perhatian publik, pihak Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana) dikabarkan telah bergerak cepat. Melalui pernyataan resminya, pihak kampus menyatakan akan melakukan investigasi internal secara serius untuk mengklarifikasi akar permasalahan.
Pihak Undana juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan psikologis penuh kepada mahasiswi tersebut, serta mengevaluasi mekanisme bimbingan dan sidang skripsi agar tidak ada lagi mahasiswa yang mengalami perlakuan serupa di masa mendatang.
Trimatranews.biz.id akan terus memantau perkembangan investigasi dan tindakan lanjutan dari pihak kampus. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk menempatkan kesejahteraan dan kesehatan mental mahasiswa sebagai prioritas utama.
(Tim Redaksi Trimatranews.biz.id)