Erick Thohir Dukung Inisiatif FIFA Bentuk FFE Meski UEFA dan AFC Menolak

Erick Thohir Dukung Inisiatif FIFA Bentuk FFE Meski UEFA dan AFC Menolak

Sabtu, 01 Agustus 2026, Agustus 01, 2026
 

trimatra news -Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Erick menjelaskan alasan dukungannya berdasarkan kontribusi signifikan FIFA terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia.

Gianni Infantino berencana mendirikan perusahaan anak baru yang diberi nama FFE untuk mengelola hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi kompetisi FIFA termasuk Piala Dunia. Melalui perusahaan ini, FIFA rencananya akan menjual sebagian saham dalam Piala Dunia kepada investor swasta.

Usulan yang diajukan Gianni Infantino mendapat kritik dari berbagai pihak. UEFA dan CONCACAF bahkan menolaknya dan mengancam akan memboikot Piala Dunia. Terbaru, AFC menyatakan dukungan terhadap dua asosiasi tersebut.

Namun, PSSI justru menunjukkan pendapat yang berbeda dibandingkan ketiga asosiasi tersebut. Sebagai Ketua Umum, Erick menyatakan dukungannya terhadap inisiatif FIFA dalam membentuk FFE.

Erick menyatakan bahwa kemajuan sepak bola nasional tidak bisa dipisahkan dari kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan FIFA. Menurutnya, Indonesia seharusnya mengucapkan terima kasih kepada FIFA karena telah memberikan dukungan dalam menjaga kelangsungan sepak bola nasional di masa sulit.

"Begini konteksnya. Bahwa sepak bola kita saat ini mampu meraih banyak prestasi seperti sekarang ini berkat kehadiran masyarakat, pemerintah, dan FIFA secara bersamaan. Kita perlu mengucapkan terima kasih, khususnya kepada FIFA," ujar Erick di Kantor Kemenpora kepada para jurnalis termasuk trimatra news, Jumat (31/7).

Erick juga mengingatkan tentang peristiwa Kanjuruhan. Ia menyebutkan, setelah peristiwa Kanjuruhan, Indonesia berisiko menerima sanksi besar jika tidak tercapai kesepahaman dengan FIFA. Menurutnya, dukungan pemerintah, masyarakat, serta komunikasi dengan FIFA menjadi hal penting agar sepak bola Indonesia dapat tetap berkembang.

"Jika kita membicarakan peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu masyarakat, pemerintah, dan FIFA tidak sepakat, maka tidak akan ada tim nasional seperti sekarang ini karena kita bisa dihukum selama delapan tahun. Kami menyampaikan bahwa Indonesia memerlukan bantuan menghadapi situasi tersebut," katanya.

Saat itu, Erick yang belum menjabat sebagai Ketua PSSI menyampaikan bahwa diperlukan dukungan nyata, bukan hanya dijadikan sebagai pasar komersial. Bukti, katanya, FIFA membuka kantor di Jakarta.

"Apalagi Indonesia adalah negara yang sangat menyukai sepak bola, dengan sekitar 73 persen penduduknya menggemari olahraga ini. Jika melihat jumlah penggemarnya, bahkan lebih banyak daripada Brasil," ujarnya.

"Jika dilihat dari media sosial, sebagian besar klub besar dunia memiliki penggemar terbanyak di Indonesia, baik di TikTok, Instagram, maupun YouTube. Ini berarti Indonesia jangan hanya dianggap sebagai pasar. Oleh karena itu, kami mengharapkan FIFA hadir di Indonesia. Sekarang telah terbukti adanya kantor FIFA di Indonesia," tambah Erick.

Erick juga menyoroti komitmen FIFA dalam mendukung perkembangan sepak bola di Indonesia. Selain pembukaan kantor FIFA di Indonesia, organisasi sepak bola global tersebut juga menyediakan dana investasi untuk berbagai program pengembangan sepak bola setiap tahunnya.

"FIFA juga melakukan investasi melalui sekitar 13 hingga 15 kegiatan setiap tahun dengan anggaran sekitar 1 hingga 2 juta dolar AS yang langsung mereka alokasikan, bukan melalui kami. FIFA serius dalam mengembangkan sepak bola Indonesia serta kawasan Asia Tenggara dan Oseania," katanya.

"Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih. Jika tidak ada kesepakatan pada saat itu, mungkin saat ini kita tidak akan memiliki tim nasional maupun kompetisi sepak bola seperti yang ada sekarang," tutur Erick.

TerPopuler