Belum Punya Gedung, Angkatan Kedua SRMA 18 Blora Sementara Ditempatkan di Rembang

Belum Punya Gedung, Angkatan Kedua SRMA 18 Blora Sementara Ditempatkan di Rembang

Sabtu, 01 Agustus 2026, Agustus 01, 2026
Belum Punya Gedung, Angkatan Kedua SRMA 18 Blora Sementara Ditempatkan di Rembang

KPA NEWS -, BLORA- Berbeda dengan angkatan pertama tahun lalu. Tahun ini, siswa baru angkatan kedua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora yang akan memulai tahun ajaran 2026/2027, masih belum dapat mengisi gedung sekolah SRMA 18 Blora yang berada di Cepu.

Karena proses pembangunan gedung belum selesai, maka sementara waktu akan ditempatkan di Gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Rembang.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, saat melepas keberangkatan 30 siswa baru SRMA 18 Blora dari halaman Kantor Bupati pada hari Jumat (31/7/2026).

"Ya, hari ini kita mengirimkan 30 siswa baru, baik laki-laki maupun perempuan, yang akan menjadi siswa SRMA 18 Blora. Hanya saja karena pembangunan gedung sekolah belum selesai, sehingga sementara ini mereka akan menempati gedung di SR Rembang. Nanti setelah pembangunan selesai, akan kita pindahkan kembali ke Blora, yang berada di Kecamatan Cepu," kata Bupati.

Bupati Arief pada kesempatan ini juga memberikan ucapan selamat dan semangat kepada 30 siswa-siswi yang terpilih. Semua berasal dari keluarga tidak mampu, beberapa di antaranya adalah yatim atau piatu. Ia mengajak mereka tetap percaya diri dan bersemangat dalam meraih masa depan yang lebih baik melalui SRMA 18 Blora.

"Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Program ini membawa harapan baru agar setiap anak Indonesia memiliki peluang untuk berkembang, mencapai impian, serta menjadi generasi yang unggul dan berintegritas," ujar Bupati.

"Selamat kepada seluruh siswa baru yang telah diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Ini merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Tidak semua anak memiliki kesempatan seperti yang diterima oleh anak-anakku hari ini. Oleh karena itu, bersyukurlah atas kesempatan ini dengan belajar secara sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, menghormati guru, mematuhi segala peraturan sekolah, serta terus mengembangkan potensi diri," tambahnya.

Di Sekolah Rakyat, menurut Bupati Arief, seluruhnya akan diatur dalam asrama dan memiliki aturan disiplin yang ketat. Oleh karena itu, ia meminta anak-anak tidak kaget dan bersikap serius.

"Mungkin ini akan menjadi sekolah asrama pertama bagi kalian. Namun jangan khawatir, semua layanan gratis dan terjamin. Orang tua tetap dapat mengunjungi dengan mematuhi aturan yang berlaku. Fokuslah pada belajar, mohon doa restu dari orang tua dan jangan lupa untuk mendoakan kebugaran mereka selalu. Begitu pula bagi orang tua yang sudah meninggal, semoga mendapat husnul khotimah melalui doa anak-anak yang sholeh dan sholehah. Nanti bagi siswa muslim akan diwajibkan menjalankan sholat jamaah lima waktu, ngaji dan kegiatan lainnya," ujar Bupati.

"Saya melihat di depan saya adalah calon Bupati, dokter, guru, perawat, insinyur, pengusaha, anggota TNI dan Polri, pegawai negeri sipil, serta profesi-profesi lain yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Keberhasilan kalian nanti tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan orang tua yang selama ini telah berjuang demi masa depan kalian. Saya berharap pendidikan yang kalian terima menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, menaikkan derajat orang tua, serta memutus siklus kemiskinan melalui pendidikan," tambah Bupati.

Meskipun sementara belajar di Kabupaten Rembang, Bupati berharap agar anak-anak tidak pernah merasa jauh dari rumah. Pemerintah Kabupaten Blora akan terus memberikan perhatian dan dukungan agar kalian dapat belajar dengan nyaman dan mendapatkan pendidikan yang terbaik.

"Kami juga berkomitmen penuh dalam memantau pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di Kabupaten Blora. InshaAllah, jika proses pembangunan selesai, anak-anak Blora nantinya bisa belajar di sekolah yang berada di kampung halamannya sendiri dengan fasilitas yang lengkap, nyaman, dan mampu menghasilkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. Bukan hanya 30 setiap angkatan, kami akan terus mengajukan agar kuotanya dapat ditingkatkan oleh pemerintah pusat," kata Bupati.

Bupati Arief juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah menyelenggarakan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Kepada para orang tua dan wali siswa, saya berharap tetap memberikan dukungan, doa, serta perhatian kepada anak-anak selama mereka menjalani proses pendidikan. Keberhasilan dalam pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh dukungan dari keluarga," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariyadi AP, bersama Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum M.Pd., mengungkapkan bahwa yang disimpan di Rembang hanya siswa baru dari angkatan 2026/2027.

"Hanya siswa baru angkatan tahun ini yang dititipkan. Sementara siswa angkatan tahun lalu, kini sudah duduk di kelas XI dan masih berada di gedung lama di Cepu. Nanti, ketika gedung baru selesai dibangun, angkatan kedua akan dipindahkan dari Rembang dan dikumpulkan di Cepu. Untuk sementara, mereka akan dititipkan di SR Rembang yang ada di Sulang. Lokasinya dekat dengan Blora," kata Luluk.

Setelah apel pemberangkatan, para siswa baru secara bergantian berjabat tangan dengan Bupati dan jajaran, kemudian berfoto bersama. Selanjutnya, satu per satu mereka naik ke bus yang akan membawa mereka ke Sulang Rembang. Tidak pergi sendirian, setiap siswa juga didampingi oleh anggota keluarganya.

Sementara itu, Qoti Tohili Kadu, salah seorang siswa baru lulusan SMP Negeri 2 Doplang, Kecamatan Jati, merasa bahagia dapat diterima di sekolah SRMA 18 Blora.

"Perasaannya senang karena diterima. Bisa sekolah secara gratis yang didanai oleh negara. Terima kasih Pak Bupati dan Pak Presiden, saya bisa melanjutkan pendidikan," katanya singkat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Muhammad Matohir, warga Desa Kedungsatriyan, Kecamatan Ngawen, yang berhasil diterima sebagai siswa SRMA 18 Blora. Siswa yang berasal dari pasangan orang tua dengan kondisi disabilitas ini merasa bersyukur bisa masuk ke sekolah rakyat.

"Alhamdulillah bahagia. Dengan diterimanya saya ini, bisa mengurangi beban orang tua, membuat mereka bangga. Semoga bisa merasa nyaman dan berprestasi," kata Matohir, lulusan SMPN 4 Ngawen ini.

Selain itu, Kepala Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Laga Kusuma, yang hadir untuk mengantarkan salah satu warganya juga bersyukur karena ada anaknya yang diterima di SRMA 18 Blora.

"Saya mengantar adik Siti Nur Indah, warga kami dari Desa Bangsri yang lulus SRMA. Ia adalah lulusan SMPN 2 Jepon. Memang kondisi ekonomi keluarganya kurang mampu, sehingga sangat terbantu dengan program ini," katanya.

Pemindahan siswa baru ke Sekolah Rakyat di Rembang dilakukan dengan menggunakan 2 unit bus. Setelah dilepas oleh Bupati, mereka langsung dibawa oleh Dinas Sosial P3A serta para pendamping masing-masing.(Iqs)

TerPopuler