TriMatraNews
Hari ini
TriMatraNews
▣ LIVE ▶ f ◎ 𝕏 ♪

Iklan Header

Topik Pilihan Berita utama hari ini
Memuat topik terbaru...
Berita Terbaru

Iklan Dalam Feed

Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2026

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka: Energi Alternatif di Sekitarmu

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka: Energi Alternatif di Sekitarmu

KPA NEWS -–Buku pelajaran IPA dan Sosial (IPAS) kelas 6 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah berdasarkan Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 128 bab 5.

Salah satu topik yang dibahas dalam buku pelajaran IPAS kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 128, karya Fitri Amalia, dkk., terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2025 adalah Energi untuk Masa Depan.

Kemampuan untuk melakukan pekerjaan atau memicu perubahan disebut sebagai energi. Energi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena memungkinkan manusia, hewan, tumbuhan, serta berbagai objek menjalani aktivitas mereka.

Tanpa tenaga, lampu tidak bisa menyala, kendaraan tidak bisa berjalan, dan manusia tidak memiliki kekuatan untuk belajar, bermain, atau bekerja. Tenaga bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti matahari, air, angin, makanan, dan listrik.

Karena itu, energi merupakan salah satu kebutuhan pokok yang mendukung kehidupan serta berbagai aktivitas di bumi.

Pada soal latihan ini, peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan yang terdapat di halaman tersebut.

Sebagai informasi, sebelum memeriksa kunci jawaban buku pelajaran IPAS Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 128, siswa diharapkan terlebih dahulu mencoba menjawab soal secara mandiri.

Panduan ini digunakan oleh orang tua sebagai acuan dan perbandingan dalam mengecek tugas anak.

Jawaban Soal IPA Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Halaman 128 : Energi Alternatif di Sekitarmu

Jawaban Soal IPA Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Halaman 128

Ayo, Menyelidiki

Ayo kita eksplorasi sumber energi alternatif di wilayahmu dengan cara berikut:

1. Perhatikan kondisi geografis dan sumber daya alam yang ada di provinsi atau pulau tempat tinggalmu.

2. Lihat peta untuk membantumu mengidentifikasi potensi alam yang terdapat di wilayahmu.

3. Kamu juga dapat melakukan wawancara atau pencarian di internet dengan bimbingan orang tua untuk keperluan penyelidikan ini. 4. Tuliskan hasil penyelidikanmu dalam tabel berikut. Lokasi Sumber energi alternatif Bisa dimanfaatkan untuk

5. Buatlah ringkasan dalam bentuk Infografis yang berisi data mengenai potensi energi di wilayahmu. Infografis yang kamu buat bisa berupa tulisan atau versi digital.

Jawaban :

Tabel Hasil Penyelidikan

No Lokasi Sumber Energi Alternatif Bisa Dimanfaatkan untuk
1 Dieng, Kabupaten Banjarnegara Energi panas bumi (geotermal) Menghasilkan listrik
2 Pantai Selatan Jawa Tengah Energi angin Membangkitkan listrik menggunakan turbin angin
3 Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri Energi air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
4 Seluruh wilayah Jawa Tengah Energi matahari Seluler surya untuk menghasilkan energi listrik
5 Daerah pertanian dan peternakan Bahan organik (jerami, kotoran hewan, sampah organik) Biogas dan energi ramah lingkungan Biogas serta bahan bakar yang ramah lingkungan Bahan bakar ramah lingkungan dan biogas Energi terbarukan berupa biogas dan bahan bakar ramah lingkungan Sumber energi hijau seperti biogas dan bahan bakar ramah lingkungan

INFOGRAFIS TERTULIS

Energi Alternatif yang Tersedia di Jawa Tengah

???? Energi Matahari

???? Lokasi: Hampir seluruh area Jawa Tengah

✅ Manfaat:

  • Membuat listrik menggunakan panel surya.
  • Sumber energi yang bersifat ramah terhadap lingkungan.

???? Energi Panas Bumi (Termal)

???? Lokasi: Pegunungan Dieng, Banjarnegara dan Wonosobo

✅ Manfaat:

  • Menghasilkan listrik.
  • Mengurangi penggunaan sumber energi fosil.

???? Energi Air

???? Lokasi: Danau Gajah Mungkur, Wonogiri dan sungai-sungai besar di Jawa Tengah

✅ Manfaat:

  • Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
  • Menyediakan energi yang ramah lingkungan dan dapat dipertahankan.

???? Energi Angin

???? Lokasi: Pantai bagian selatan Jawa Tengah

✅ Manfaat:

  • Menggerakkan turbin angin.
  • Menghasilkan listrik tanpa polusi.

???? Energi Biomassa

???? Lokasi: Wilayah pertanian dan peternakan di Jawa Tengah

✅ Manfaat:

  • Diolah menjadi biogas.
  • Sebagai bahan bakar alternatif yang ramah terhadap lingkungan.

????Mengapa Energi Alternatif Penting?

  • Mengurangi pencemaran lingkungan.
  • Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara.
  • Menyediakan sumber energi yang bisa diperbaharui.
  • Melestarikan lingkungan hidup bagi generasi berikutnya.

???? Kesimpulan

Jawa Tengah memiliki sumber daya energi alternatif yang beragam, seperti energi matahari, panas bumi, air, angin, dan biomassa. Seluruh jenis energi ini bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dan energi bersih, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta mendukung pelestarian lingkungan. ????♻️

*) Disclaimer:

  • Artikel ini hanya ditujukan kepada para orang tua sebagai panduan dalam proses pembelajaran anak.
  • Sebelum melihat jawaban benar, siswa diharuskan terlebih dahulu menyelesaikannya sendiri, kemudian manfaatkan artikel ini untuk memeriksa hasil kerja mereka.

(KPA NEWS -/Namira)

Peta Lagu Tilawah Al-Qur'an

Oleh Ahmadie Thaha, Kolumnis

KPA NEWS - CO.ID, Terdapat ilmu yang awalnya berada dalam buku. Ada juga ilmu yang bertahun-tahun tersimpan di telinga. Nagham atau lagu Al-Qur'an termasuk yang kedua.

Seorang siswa duduk di depan guru, mendengarkan, meniru, membuat kesalahan, kemudian diperbaiki, lalu mengulanginya berulang kali hingga ratusan kali. Tidak ada grafik. Tidak ada bagan. Terkadang bahkan tidak ada penjelasan yang panjang.

Guru hanya berkata, "Begitu cara naiknya." Kemudian ia membacakan. Murid mendengarkan. Demikianlah sebuah ilmu berpindah dari hati ke hati, dari mulut ke mulut para santri.

KH Mudrik Qori ternyata berkeinginan menghadirkan ilmu yang ada dalam telinga tersebut ke dunia akademik. Pada Selasa, 28 Juli 2026, Mudir ‘Aam Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Sumatera Selatan, menyelesaikan disertasinya di Universitas Muhammadiyah Malang.

Judul penelitian tersebut cukup panjang: “Model Pembelajaran Nagham Al-Qur’an Syekh Musthafa Ismail di Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan.”

Bagi saya, yang menarik bukanlah gelar doktornya, meskipun doktor dalam bidang tertentu ini masih jarang. Yang menarik adalah topik penelitiannya yang dibawa ke ruang sidang: lagu atau nagham Al-Qur’an.

Lebih akurat lagi, ia meneliti dan memetakan salah satu suara paling luar biasa dalam sejarah tilawah modern: Syeikh Musthafa Ismail.

Bagi seseorang yang besar dalam lingkungan MTQ, nama tersebut hampir mirip dengan nama sebuah aliran. Musthafa Ismail, qari asal Mesir yang lahir di Mit Ghazal pada 17 Juni 1905 dan meninggal pada 26 Desember 1978, bukan hanya memiliki suara yang indah.

Sumber-sumber Mesir menyebutnya sebagai malik al-maqamat, raja maqam. Harian Al-Ahram melaporkan bahwa Musthafa Ismail membaca qiraat dengan lebih dari 19 maqam beserta cabang-cabangnya.

Ia juga terkenal dengan napas yang panjang, luasnya ilmu qiraat, serta kemampuan berpindah maqam dengan kelenturan yang membuat pendengar kagum dan terkesan.

Saat mendengar, mereka terkadang tidak menyadari bahwa "kendaraan" musikal dari qari tersebut telah berubah. Ia tidak terdengar seperti seseorang yang sedang mengganti gigi. Tiba-tiba saja kita sudah berada di jalur yang berbeda.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Itulah keunikan yang dimilikinya. Banyak orang memiliki suara yang lebih sempurna. Ada yang lebih keras. Ada yang lebih jernih. 2. Inilah keistimewaannya. Banyak orang memiliki suara yang lebih utuh. Ada yang lebih nyaring. Ada yang lebih jelas. 3. Itu dia kelebihannya. Banyak orang memiliki suara yang lebih lengkap. Ada yang lebih merdu. Ada yang lebih tajam. 4. Berikut kekhasannya. Banyak orang memiliki suara yang lebih sempurna. Ada yang lebih keras. Ada yang lebih bersih. 5. Itulah ciri khasnya. Banyak orang memiliki suara yang lebih bulat. Ada yang lebih menggelegar. Ada yang lebih jernih.

Namun Musthafa Ismail seperti seorang arsitek yang secara kebetulan bekerja dengan suara. Ia tidak hanya memiliki batu bata; ia tahu kapan harus membangun pintu masjid, kapan mengangkat kubah, dan kapan membiarkan lorong gelap agar cahaya di ujungnya terasa lebih terang.

Oleh karena itu, makam di tangannya bukan sekadar hiasan yang ditempelkan pada ayat. Ia berfungsi sebagai alat untuk menafsirkan makna suara.

Ayat ancaman tidak diperlakukan sama dengan ayat rahmat. Cerita tidak selalu memiliki makna yang sama dengan perintah. Ketika makna berubah, suara juga berubah.

Musik tidak mengikuti Al-Qur'an; justru musik yang diperintahkan untuk mengikuti Al-Qur'an. Perbedaannya kecil di telinga, tetapi sangat besar secara teologis.

Di sinilah penelitian KH Mudrik Qori menarik perhatian. Berdasarkan analisis rekaman asli, metode pembelajaran, dan jalur penyampaian guru, ia mengenali tiga jenis variasi yang dikenal sebagai ma’zul, tahwil, dan takhlith.

Dalam proses penelitian, ma’zul berkaitan dengan pengembangan frasa nagham yang memungkinkan perubahan suasana tanpa menghilangkan ciri khas maqam utama. Tahwil merujuk pada perpindahan atau modifikasi dari satu maqam ke maqam lainnya. Sementara itu, takhlith menggabungkan elemen beberapa maqam dalam satu rangkaian bacaan.

Bagi kalangan umum, mungkin lebih mudah membayangkannya seperti seseorang mengemudikan kendaraan di daerah pegunungan.

Ma'zul berarti mengemudikan kendaraan di jalur yang sama. Tahwil merupakan perpindahan jalur. Takhlith lebih kompleks: beberapa jalur digunakan dalam satu perjalanan.

Kendaraannya harus sangat terampil. Sedikit kesalahan, mobil bisa masuk ke taman orang.

Musthafa Ismail adalah seorang sopir yang mampu membuat belokan berbahaya terlihat seperti jalan lurus.

Tindakan yang dilakukan Kiai Mudrik pada dasarnya berupaya menggambarkan peta perjalanan tersebut.

Selama berpuluh tahun, banyak qari mempelajari Musthafa Ismail melalui metode paling klasik dalam peradaban manusia: mendengarkan dan meniru.

Rekaman diputar. Sebuah kalimat diulang. Naikannya ditiru. Turunannya dikejar. Terkadang berhasil, terkadang yang tertangkap hanya kulitnya.

Siswa mampu meniru suara, tetapi belum tentu memahami prinsip di balik suara tersebut. Disertasi ini mengajukan pertanyaan penting: apakah prinsip itu dapat diajarkan?

Pertanyaan ini lebih luas dari masalah MTQ. Ia menyentuh isu lama dalam pendidikan tradisional: bagaimana mengubah pengetahuan yang tidak tersurat menjadi pengetahuan yang bisa dijelaskan tanpa merusak tradisinya.

Santri memahami masalah tersebut. Seorang kyai terkadang mampu membaca kitab dengan akurasi yang luar biasa, tetapi ketika ditanya tentang algoritma cara berpikirnya, jawabannya sederhana: "Ya begitu."

Bukan karena dia tidak mengetahui. Justru pengetahuan tersebut sudah terlalu melekat pada dirinya. Seperti seseorang yang berjalan tanpa lagi memperhatikan kapan kaki kanan harus melangkah dan kaki kiri harus mengikuti.

Dalam ilmu pengetahuan modern, hal ini sering dikenal sebagai pengetahuan tak sadar: pengetahuan yang kita kuasai, tetapi tidak sepenuhnya mudah kita sampaikan dalam bentuk petunjuk tertulis.

Michael Polanyi menyampaikannya dengan kalimat terkenal: kita mengetahui lebih banyak daripada yang bisa kita ungkapkan. Pesantren telah mengenal konsep ini jauh sebelum istilah tersebut muncul dalam jurnal manajemen pengetahuan. Istilahnya sederhana: belajar kepada guru.

Oleh karena itu, sanad Kiai Mudrik sangat penting. Ia tidak hanya mengakses Musthafa Ismail melalui YouTube. Awalnya ia belajar dari ayahnya, KH Ahmad Qori Nuri, kemudian kepada KH Sayyid Muhammad Assirri, guru nagham PTIQ dan IIQ Jakarta yang dianggap sebagai murid langsung Syekh Musthafa Ismail.

Ia juga terinspirasi oleh KH Moersjied Qorie Indra yang memiliki sistem pengajaran kepada murid Musthafa Ismail. Rekaman selanjutnya dihubungkan dengan transmisi guru.

Ini pertemuan yang menarik: silsilah bertemu metode. Keduanya sering dikontraskan secara tidak hati-hati. Seperti halnya yang tradisional pasti tidak ilmiah, sementara yang ilmiah harus meninggalkan tradisi.

  

Meskipun keduanya menghadapi pertanyaan yang berbeda, Sanad terutama menjawab: dari mana pengetahuan ini diperoleh? Metode ilmiah bertanya: bagaimana pengetahuan tersebut diuji, dijelaskan, dikategorikan, dan memungkinkan orang lain untuk mengujinya?

Jika keduanya bertemu dalam kondisi sehat, pesantren tidak kehilangan semangatnya dan universitas tidak kehilangan akal sehatnya.

Berdasarkan penelitian tersebut, Kiai Mudrik mengembangkan Model Pembelajaran Nagham Berbasis Pesantren yang terdiri dari tingkatan nagham ‘aam, nagham khas, hingga nagham khas al-khas.

Pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan suara yang indah. Terdapat penguasaan maqamat, modulasi, improvisasi, pemahaman makna ayat, adab tilawah, hingga kesiapan menghadapi MTQ.

Dengan kata lain, siswa tidak hanya diajarkan "belok di sini", tetapi juga mengapa harus belok dan kapan sebaiknya tidak perlu belok.

Ini penting karena salah satu masalah dalam pendidikan seni adalah terlalu mengagungkan hasil akhir. Kita melihat qari yang hebat lalu meminta anak-anak untuk menirunya.

Itu tidak berbeda dari melihat Lionel Messi menggiring bola lalu berkata kepada muridnya: "Nah, lakukan seperti ini." Masalahnya justru terletak pada kata "seperti ini". Ada ribuan jam latihan yang tersembunyi di baliknya.

Namun di sini juga penelitian semacam ini perlu terus diuji dan diperbaiki. Sistematisasi memberikan manfaat, sekaligus risiko.

Begitu seni dijadikan sebagai modul, manusia cenderung mudah mengubah modul tersebut menjadi resep.

Bayangkan jika seorang siswa kemudian belajar: ayat yang membicarakan azab berarti tingkat A, ayat yang menyebutkan surga berarti tingkat B, kisah para nabi berarti tingkat C. Selesai. Tilawah menjadi seperti resep obat: sakit kepala ambil tablet nomor satu, batuk ambil nomor dua.

Musthafa Ismail justru berkembang karena ia tidak membaca Al-Qur'an seperti mesin penjual otomatis.

Kemampuan membaca yang indah muncul dari kombinasi berbagai unsur sekaligus: tajwid, qiraat, pemahaman terhadap ayat, kemampuan vokal, maqam, pengalaman, intuisi, serta tanggapan terhadap suasana majelis.

Oleh karena itu, sistem pendidikan yang baik seharusnya tidak menghasilkan seribu salinan Musthafa Ismail. Ia harus menghasilkan seribu pembaca yang memahami struktur bahasa musikal Musthafa Ismail, kemudian berkembang menjadi diri sendiri. Di sinilah peran talaqqi tetap tak tergantikan.

Modul bisa menyatakan bahwa nada ini terlalu tinggi. Spektrum nanti bahkan mungkin menunjukkan frekuensinya. Kecerdasan buatan mungkin mampu mengenali maqam dan perubahan yang terjadi.

Bahkan penelitian teknologi membaca Al-Qur'an telah berkembang ke arah tersebut. Penelitian terbaru mulai mengembangkan dataset audio Al-Qur'an dalam skala besar dan sistem penilaian pelafalan secara otomatis.

Dataset Tadabur yang diperkenalkan pada tahun 2026, misalnya, mengumpulkan lebih dari 1.400 jam rekaman dari lebih 600 qari. Quran-MD menawarkan data teks dan audio hingga tingkat ayat dan kata dari berbagai pembaca.

Mesin akan semakin canggih dalam mendengarkan. Namun, guru mengatakan sesuatu yang lebih rumit: "Bacaanmu sudah benar, tapi belum terasa."

Kalimat terakhir tersebut sulit dimasukkan ke dalam Excel. Karena tilawah bukan sekadar kejadian akustik.

Tajwid memastikan huruf tidak diperlakukan secara tidak adil. Qiraat menjaga penyampaian bacaan. Maqam membantu suara menyampaikan perasaan. Tafsir membantu pembaca memahami arah makna. Adab menjaga agar semua kemampuan tersebut tidak berubah menjadi pameran ego.

Seorang qari mampu menguasai nada yang tinggi, namun Al-Qur'an tidak diturunkan sebagai bentuk pamer bahwa manusia memiliki rentang suara.

Maka makna penting penelitian Kiai Mudrik mungkin justru berada di sini: ia membuka jalan agar tradisi nagham Indonesia mulai lebih serius melakukan dokumentasi terhadap dirinya sendiri.

Indonesia sudah puluhan tahun menjadi negara yang kaya akan MTQ. Kita memiliki qari, qariah, pelatih, pesantren, LPTQ, perguruan tinggi Al-Qur'an, serta jaringan guru yang luar biasa.

Kami rutin menyelenggarakan berbagai kompetisi mulai dari tingkat kelurahan hingga internasional. Panggungnya megah, lampunya terang, dan pialanya menarik. Namun, pengetahuan yang menjadi dasar bagi para pemenang belum selalu dicatat dengan keseriusan yang sama.

Kita sering menghasilkan maestro yang hebat, tetapi kurang tekun menuliskan proses bagaimana seorang maestro dibentuk.

Oleh karena itu, pekerjaan selanjutnya tidak boleh berhenti hanya pada satu disertasi. Rekaman qari-qari besar perlu diubah menjadi bentuk digital dan dilengkapi dengan catatan kaki. Pola maqam dapat dipetakan. Metode yang digunakan oleh guru-guru senior perlu direkam sebelum mereka meninggal.

Perguruan tinggi, pesantren, LPTQ, pakar qiraat, ahli fonetik, serta ilmuwan komputer bisa bekerja sama dalam membangun korpus nagham Indonesia.

Dari sana muncul buku ajar, arsip audio, alat latihan interaktif, hingga sistem kecerdasan buatan yang membantu siswa mengenali maqam dan mengevaluasi latihan—tentu tanpa niat menggantikan guru.

Teknologi terkini dalam pengajaran Al-Qur'an bukanlah alat yang menggantikan syekh dari ruangan. Justru, teknologi ini memungkinkan ilmu para syekh bisa sampai kepada lebih banyak murid.

Dan mungkin di situlah Musthafa Ismail tersenyum dari sejarah. Hampir setengah abad setelah ia meninggal, nada suaranya masih dipelajari ribuan kilometer dari Mesir.

Seorang ulama dari Indralaya membawanya ke ruang doktoral di Malang, mengungkapkan jalur-jalur makamnya, kemudian berusaha menggambar peta agar generasi berikutnya tidak hanya menjadi pengikuti.

Karena warisan terbaik seorang maestro bukanlah suara yang selalu diikuti.

Warisan terpentingnya adalah pengetahuan yang membuat seseorang memahami mengapa suara itu pernah begitu hidup.

Ma'had Tadabbur al-Qur'an, 2/8/2026

Wagub Kalteng Dorong 340 Wisudawan UMPR Jadi Wirausaha di Era AI

KPA BERITA -.CO.ID, PALANGKA RAYA,– Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng),Edy Pratowo, menekankan pentingnya perubahan, kemampuan beradaptasi, dan semangat wirausaha kepada 340 lulusanUniversitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR)Pesan ini disampaikan agar lulusan dapat menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah akibat perubahan digital dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Edy menyampaikan pesan tersebut saat hadir dalam acara Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIII serta Program Sarjana XXXVI UMPR di Palangka Raya, Sabtu. Ia menekankan bahwa perubahan berlangsung sangat cepat sehingga lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi melalui tindakan nyata dan inisiatif yang konkrit.

"Perubahan digital, kemajuan teknologi AI, serta persaingan internasional mengharuskan lulusan universitas mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan," ujarnya.

Jangan Hanya Membayangkan Menjadi Pegawai Negeri

Edy Pratowo menegaskan bahwa lulusan universitas kini tidak boleh hanya mengandalkan pola pikir mencari pekerjaan, terutama dalam menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Kesempatan yang ada cukup terbatas dibandingkan jumlah lulusan tiap tahunnya.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi mendorong lulusan untuk menjadi wirausaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitarnya. "Jangan hanya berpikir untuk menjadi pegawai negeri. Jadilah pengusaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Edy juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan UMPR dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama tersebut dilakukan melalui program kuliah gratis serta pendidikan vokasi Diploma I di bidang pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyatakan rasa terima kasih atas pelaksanaan wisuda tahun ini yang dilakukan di sebuah hotel, sehingga para lulusan dan tamu undangan dapat mengikuti acara dengan lebih nyaman meskipun kondisi kabut asap sedang melanda beberapa wilayah di Kalimantan Tengah.

Pesan Rektor dan LLDIKTI

Rektor UMPR Lektor Kepala Dr Muhamad Yusuf SSos MAPmenjelaskan bahwa dalam acara Yudisium dan Wisuda tersebut, UMPR mengeluarkan sebanyak 340 mahasiswa. Rincian terdiri dari 160 lulusan Program Pascasarjana dan 180 lulusan Program Sarjana.

Rektor UMPR menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan mahasiswa, melainkan langkah awal menuju kehidupan dan dunia nyata yang penuh dengan persaingan tanpa batas. Oleh karena itu, ia mengajak para lulusan untuk memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sebagai fondasi dalam terus meningkatkan kualitas diri.

Selain kemampuan akademis, aspek utama dalam menjalani kehidupan sosial adalah kemampuan mengelola pikiran yang tangguh. Nanti dalam dunia kerja akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi," ujarnya. Dr Yusuf juga mengingatkan para lulusan agar mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan situasi yang terus berkembang.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan,Muhammad Akbar, mengajak para dosen untuk terus mengembangkan kompetensi agar mampu memberikan proses pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pasar kerja. Ia juga memperingatkan lulusan untuk mengimplementasikan budaya ilmiah yang telah dipelajari selama menyusun skripsi maupun tesis dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, metode ilmiah mengajarkan seseorang untuk mengumpulkan data, melakukan analisis yang objektif, serta menyimpulkan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting agar lulusan tidak mudah membuat keputusan atau menyebarluaskan informasi tanpa melalui proses verifikasi.

"Kesetiaan, kejujuran, dan kepercayaan harus senantiasa dipertahankan karena itulah yang akan menciptakan keyakinan masyarakat terhadap para lulusan," katanya.

Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan yang berada di bawah naungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah,Moh. Mudzakkir, menyatakan gelar sarjana sebagai modal simbolis yang menunjukkan seseorang memiliki kemampuan akademik dan intelektual. Namun, menurutnya, penghargaan sebenarnya akan diperoleh jika lulusan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sesuai bidang keahlian mereka. Ia juga mengajak para alumni menjaga modal sosial yang dimiliki dengan tetap memegang teguh nilai kejujuran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya.

Isi ini disusun dengan dukungan teknologi AI.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Video Call Mahasiswi Undana yang Sedih, Mendikti Saintek: Kami Dukung Sampai Lulus Sarjana

Video Call Mahasiswi Undana yang Sedih, Mendikti Saintek: Kami Dukung Sampai Lulus Sarjana
Ringkasan Berita:
  • Seorang mahasiswi dari Universitas Nusa Cendana Kupang menjadi viral setelah gagal mengikuti sidang skripsinya sebanyak 12 kali yang akhirnya menyebabkan kondisi depresi.
  • Sebuah video berdurasi 31 detik yang beredar di media sosial menunjukkan seorang mahasiswi yang sedang dalam keadaan panik hingga terjatuh ke lantai.
  • Menteri Pendidikan dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengadakan panggilan video kepada mahasiswi tersebut sebagai bentuk dukungan.

KPA NEWS -Seorang mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami depresi akibat 12 kali gagal mengikuti sidang skripsinya mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Mahasiswi yang bernama Jessica Sofia Tunardjo saat ini sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Wirasakti Kupang.

Ia diduga sedang mengalami gangguan depresi. Dalam video berdurasi 31 detik yang beredar di media sosial, mahasiswi tersebut terlihat sangat panik hingga jatuh ke lantai.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Jefri S Bale beserta jajaran pengurus universitas mengunjungi mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), pada Sabtu (1/8/2026).

Pada kesempatan tersebut, Jefri menyampaikan bahwa perhatian terhadap keadaan Jessica juga berasal dari pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Melalui panggilan video, Brian memberikan motivasi kepada Jessica.

Ia juga memastikan bahwa studi Jessica mendapatkan dukungan penuh.

"Pak Menteri telah berkomunikasi langsung melalui panggilan video dengan saudara Jessica, menanyakan kondisi kesehatannya dan memastikan bahwa Kementerian akan mendukung penyelesaian studinya hingga menjadi sarjana," ujar Jefri, dilansir dariPos-Kupang.com.

Jefri mengatakan, kunjungan dari para pimpinan Undana dilakukan sebagai wujud dukungan semangat terhadap Jessica.

Sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam memantau penyelesaian masalah akademik Jessica setelah kondisi kesehatannya membaik.

Maka saya baru bisa hadir ke sini karena baru tiba dari luar kota. Kami datang untuk melihat dan setidaknya memberikan dukungan.

Dan menyampaikan bahwa secara institusi universitas mendukung serta berkomitmen menyelesaikan masalah yang dihadapi mahasiswa. Kami hadir untuk mereka," kata Jefri.

Jefri menyampaikan, dalam pertemuan bersama Jessica dan keluarganya, pihak universitas menginginkan agar fokus utama saat ini ditujukan pada proses pemulihan kesehatan Jessica.

Namun demikian, Undana memastikan bahwa seluruh hak akademik Jessica tetap akan terpenuhi.

Kami mengharapkan keluarga dan saudara Jesika lebih fokus pada proses pemulihan kesehatannya.

Menyangkut kelanjutan pendidikan dan proses akademik berikutnya, kami menjamin bahwa adik Jessica akan mendapatkan seluruh haknya.

"Kami akan memenuhi hak untuk menyelesaikan studi dengan prosedur yang lebih baik agar kejadian seperti yang terjadi saat ini tidak terulang lagi," tegasnya.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, keadaan Jessica mulai membaik, meskipun masih berada di tahap pemulihan.

Kami melihat adik Jessica sedikit mengalami perbaikan. Masih terdapat masalah kesehatan.

"Tetapi yang bersangkutan menyatakan bahwa kondisinya lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya. Hal ini yang paling penting bagi kami," katanya.

Di sisi lain, Dekan FKM Undana, Apris menyampaikan penyesalan atas kejadian yang menimpa mahasiswinya.

Saya sangat menyesal atas kejadian ini dan hal ini bukanlah yang kita harapkan.

"Harapan kami adalah menjadi fakultas yang memberikan pelayanan terbaik, khususnya kepada mahasiswa sebagai pemangku kepentingan utama kami," katanya, mengutipPos-Kupang.com.

Apris mengatakan, setelah mendengar kabar yang menimpa mahasiswi FKM, pimpinan fakultas segera mengadakan rapat koordinasi.

Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri oleh wakil dekan, kepala bagian administrasi, ketua program studi, serta pihak-pihak yang relevan.

Tujuan dari hal ini adalah mengumpulkan seluruh data dan menentukan tindakan cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Prinsip kami sama, masalah ini harus segera diatasi karena dosen dan mahasiswa adalah bagian dari keluarga besar FKM," katanya.

Selain itu, pihak fakultas juga telah berkomunikasi dengan dosen pembimbing serta penguji.

Namun, proses penjelasan mengenai seorang penguji dosen belum dapat dilakukan.

Karena, pihak yang bersangkutan sedang berduka atas kematian anggota keluarga.

"Kami memberikan waktu satu hingga dua hari agar beliau dapat melewati masa kesedihannya. Setelah itu kami akan mendapatkan informasi yang lengkap dari berbagai pihak," ujarnya.

Beberapa artikel ini pernah dimuat di Pos-Kupang.com dengan judul Rektor Undana Mengunjungi Mahasiswi FKM yang Dirawat di RS Wirasakti Karena Depresi.

(KPA BERITA -/Nanda Lusiana, Pos-Kupang.com/Elisabeth Eklesia Mei)

Erick Thohir Dukung Inisiatif FIFA Bentuk FFE Meski UEFA dan AFC Menolak

 

trimatra news -Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Erick menjelaskan alasan dukungannya berdasarkan kontribusi signifikan FIFA terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia.

Gianni Infantino berencana mendirikan perusahaan anak baru yang diberi nama FFE untuk mengelola hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi kompetisi FIFA termasuk Piala Dunia. Melalui perusahaan ini, FIFA rencananya akan menjual sebagian saham dalam Piala Dunia kepada investor swasta.

Usulan yang diajukan Gianni Infantino mendapat kritik dari berbagai pihak. UEFA dan CONCACAF bahkan menolaknya dan mengancam akan memboikot Piala Dunia. Terbaru, AFC menyatakan dukungan terhadap dua asosiasi tersebut.

Namun, PSSI justru menunjukkan pendapat yang berbeda dibandingkan ketiga asosiasi tersebut. Sebagai Ketua Umum, Erick menyatakan dukungannya terhadap inisiatif FIFA dalam membentuk FFE.

Erick menyatakan bahwa kemajuan sepak bola nasional tidak bisa dipisahkan dari kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan FIFA. Menurutnya, Indonesia seharusnya mengucapkan terima kasih kepada FIFA karena telah memberikan dukungan dalam menjaga kelangsungan sepak bola nasional di masa sulit.

"Begini konteksnya. Bahwa sepak bola kita saat ini mampu meraih banyak prestasi seperti sekarang ini berkat kehadiran masyarakat, pemerintah, dan FIFA secara bersamaan. Kita perlu mengucapkan terima kasih, khususnya kepada FIFA," ujar Erick di Kantor Kemenpora kepada para jurnalis termasuk trimatra news, Jumat (31/7).

Erick juga mengingatkan tentang peristiwa Kanjuruhan. Ia menyebutkan, setelah peristiwa Kanjuruhan, Indonesia berisiko menerima sanksi besar jika tidak tercapai kesepahaman dengan FIFA. Menurutnya, dukungan pemerintah, masyarakat, serta komunikasi dengan FIFA menjadi hal penting agar sepak bola Indonesia dapat tetap berkembang.

"Jika kita membicarakan peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu masyarakat, pemerintah, dan FIFA tidak sepakat, maka tidak akan ada tim nasional seperti sekarang ini karena kita bisa dihukum selama delapan tahun. Kami menyampaikan bahwa Indonesia memerlukan bantuan menghadapi situasi tersebut," katanya.

Saat itu, Erick yang belum menjabat sebagai Ketua PSSI menyampaikan bahwa diperlukan dukungan nyata, bukan hanya dijadikan sebagai pasar komersial. Bukti, katanya, FIFA membuka kantor di Jakarta.

"Apalagi Indonesia adalah negara yang sangat menyukai sepak bola, dengan sekitar 73 persen penduduknya menggemari olahraga ini. Jika melihat jumlah penggemarnya, bahkan lebih banyak daripada Brasil," ujarnya.

"Jika dilihat dari media sosial, sebagian besar klub besar dunia memiliki penggemar terbanyak di Indonesia, baik di TikTok, Instagram, maupun YouTube. Ini berarti Indonesia jangan hanya dianggap sebagai pasar. Oleh karena itu, kami mengharapkan FIFA hadir di Indonesia. Sekarang telah terbukti adanya kantor FIFA di Indonesia," tambah Erick.

Erick juga menyoroti komitmen FIFA dalam mendukung perkembangan sepak bola di Indonesia. Selain pembukaan kantor FIFA di Indonesia, organisasi sepak bola global tersebut juga menyediakan dana investasi untuk berbagai program pengembangan sepak bola setiap tahunnya.

"FIFA juga melakukan investasi melalui sekitar 13 hingga 15 kegiatan setiap tahun dengan anggaran sekitar 1 hingga 2 juta dolar AS yang langsung mereka alokasikan, bukan melalui kami. FIFA serius dalam mengembangkan sepak bola Indonesia serta kawasan Asia Tenggara dan Oseania," katanya.

"Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih. Jika tidak ada kesepakatan pada saat itu, mungkin saat ini kita tidak akan memiliki tim nasional maupun kompetisi sepak bola seperti yang ada sekarang," tutur Erick.

AS dan Israel Siap Serang Infrastruktur Energi Iran, Trump Pertimbangkan Keputusan Akhir

AS dan Israel Siap Serang Infrastruktur Energi Iran, Trump Pertimbangkan Keputusan Akhir
Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat dan Israel sedang mempersiapkan serangan udara besar terhadap sistem energi penting di Iran.
  • Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir, tetapi militer menginginkan operasi selesai sebelum pasar keuangan dibuka.
  • Tensi memuncak setelah Iran disangkakan melanggar perjanjian damai dan menyerang kapal perdagangan serta anggota militer Amerika Serikat.
  • Iran merespons dengan menyerang pangkalan udara di Kuwait menggunakan pesawat tanpa awak dan menghalangi jalur perdagangan di Selat Hormuz.
 

trimatra news -Tegangan di kawasan Timur Tengah semakin memburuk. Amerika Serikat (AS) bersama Israel dilaporkan sedang menyusun rencana serangan udara besar-besaran yang ditujukan pada berbagai infrastruktur energi penting di Iran.

Serangan ini diperkirakan akan menjadi salah satu tindakan militer yang paling provokatif dalam meningkatnya perselisihan di wilayah tersebut.

Strategi Tujuan Sebelum Pasar Keuangan Dibuka

Berdasarkan laporan dari CBS News, gelombang serangan yang mungkin terjadi diperkirakan akan berlangsung sepanjang akhir pekan. Meskipun demikian, sumber mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga saat ini belum memberikan persetujuan akhir atau lampu hijau.

Terdapat tekanan taktis dari pihak militer agar operasi ini selesai sebelum pasar keuangan global kembali beroperasi pada Senin (3/8/2026).

"Kampanye ini akan menjadi salah satu yang paling keras terhadap infrastruktur energi Iran selama konflik AS-Israel melawan Iran," menurut laporan CBS, Sabtu (1/8/2026).

Tanda-tanda mengenai tindakan militer berikutnya juga semakin jelas dari Gedung Putih. Washington terus memberi tekanan kepada Teheran agar segera membuka kembali jalur penting Selat Hormuz dan mematuhi perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua belah pihak bulan lalu, meskipun perjanjian tersebut cepat berakhir.

Saling Menyalahkan Terkait Pelanggaran Perjanjian Damai

Tensi meningkat setelah Amerika Serikat menuduh Iran melanggar kesepakatan perdamaian. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan Teheran yang dianggap memicu ketegangan.

Menurut Leavitt, Iran pernah menandatangani perjanjian gencatan senjata (MoU), tetapi segera melanggarnya dengan menembak kapal dagang yang mengakibatkan kematian prajurit Amerika.

"Iran akan terus membayar sampai mereka bersedia berunding dengan cara yang dianggap bermakna oleh Presiden Trump," ujar Leavitt dalam pernyataannya pada malam Jumat, menurut laporan AP News.

Pernyataan tegas ini memperkuat sinyal bahwa Amerika Serikat tidak ragu untuk melanjutkan tindakan militer. Dalam pertemuan dengan anggota kabinet di tempat istirahat presiden Camp David, Maryland, Trump menyampaikan niatnya secara langsung.

"Kita akan menyerang mereka secara tajam," ujar Trump dalam percakapan dengan jurnalis.

Ia percaya bahwa tekanan militer yang terus-menerus akan memaksa pihak Iran akhirnya menyerah.

"Anda tahu, pada suatu waktu mereka akan mengatakan, 'Kami tidak bisa lagi menahan diri'," lanjutnya.

Respons Iran: Selat Hormuz Tegang dan Serangan Drone terhadap Kuwait

Di sisi lain, Teheran melakukan sejumlah tindakan balasan. Pasukan Garda Revolusi Iran yang bersifat paramiliter meluncurkan serangan drone ke pangkalan udara di Kuwait yang dihuni oleh pasukan Amerika Serikat, sebagai respons terhadap serangan AS sebelumnya pada hari Kamis.

Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi bahwa pasukan bersenjata mereka berhasil menangkal dan menghancurkan drone yang memasuki wilayah udara mereka pada hari Jumat. Meskipun serangan tersebut menargetkan beberapa fasilitas militer penting dan menyebabkan kerusakan akibat pecahan peluru, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pihak Kuwait tidak memberikan informasi pasti mengenai jumlah drone yang berhasil dijatuhkan.

Di sisi lain, kondisi di jalur perdagangan minyak global semakin memburuk. Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan telah menembak dua kapal tanker yang berusaha melewati Selat Hormuz, sementara media pemerintah Iran melaporkan bahwa empat kapal tanker lainnya harus kembali.

Akibat tingkat perang yang semakin meluas, jalur air utama untuk pengiriman minyak dan gas global kini hampir sepenuhnya terganggu.

(trimatra news -/Tribunnews.com)

Opini: Menghadapi Dosen yang Menyulitkan

Opini: Menghadapi Dosen yang Menyulitkan

Oleh: Tans Feliks

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang, Nusa Tenggara Timur.

trimatra news -Insiden Jessica Sofia Tunardjo (JST), mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Undana, yang mengalami sakit akibat ujian skripsinya dibatalkan sebanyak 12 kali (Pos Kupang, “Jessica Alami Tekanan Psikis,” 31 Juli, 2028, hal. 1 dan 7), menunjukkan bahwa hubungan akademis antara dosen dan mahasiswa tidak selalu berjalan lancar.

Hubungan yang tidak harmonis, tentu, tidak selalu disebabkan oleh tindakan dosen atau sebaliknya.

Dengan demikian, dalam kasus JST bersama dosen tersebut, kita belum tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Sampai saat ini.

Hasil pengawasan objektif pimpinan Undana, sebagaimana dimuat dalam berita utama Pos Kupang, akan diumumkan kepada masyarakat.

Pada waktu itu, nanti, kita akan tahu dengan jelas posisi masalahnya. Sambil menunggu hal tersebut, saat ini kita berharap dan berdoa agar JST segera pulih dan dapat diuji.

Dalam rangkaian gagasan tersebut, tulisan ini tentu bukan dimaksudkan untuk menyalahkan dosen JST. Tidak. Sama sekali tidak.

Pengalaman panjang penulis sebagai guru besar sejak tahun 1988 menunjukkan bahwa banyak dosen dengan pendekatan masing-masing, dalam keterbatasan mereka, bahkan telah berkontribusi penuh dalam menghasilkan banyak individu yang bermanfaat bagi negara ini. Di berbagai bidang.

Winston Rondo, seorang tokoh dan politisi ternama NTT, setuju dengan gagasan tersebut. "Mayoritas dosen kita, katanya, telah bekerja dengan sangat baik dan menunjukkan dedikasi yang tinggi serta menghasilkan lulusan yang berkualitas." (Dalam Pos Kupang, 31 Juli 2026, hal. 7. "Jangan Ada Kesewenangan Akademik," hal. 1 dan 7).

Meskipun demikian, pengalaman kami juga menunjukkan bahwa selama proses pendidikan yang panjang seorang mahasiswa, terdapat juga dosen atau, lebih tepatnya, disebut sebagai oknum dosen, yaitu individu-individu tertentu, yang sesekali mempersulit para mahasiswanya.

Bagi para mahasiswa, mereka adalah ahli: segala sesuatu (yang dibuat) sulit. Mereka inilah yang saya sebut di atas sebagai Londo Ireng (Bahasa Jawa): Belanda hitam.

Mengapa disebut Londo Ireng? Istilah ini awalnya digunakan oleh orang Jawa untuk mengacu pada pasukan Belanda yang direkrut dari Afrika Barat.

Belanda memerlukan mereka untuk bertempur, khususnya di Aceh. Orang setempat menyebut orang Afrika itu sebagai orang Belanda. Karena mereka bekerja untuk Belanda, tetapi mereka disebut hitam karena warna kulit mereka.

Kata tersebut kembali diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam perayaan HUT Partai Kebangkitan Bangsa, pada tanggal 23 Juli lalu.

Dalam pidatonya, Presiden menyebut Londo Ireng sebagai seorang warga Indonesia yang kritis terhadap pemerintahnya, namun tindakan mereka bertujuan untuk melindungi kepentingan asing dan mengabaikan kepentingan negara sendiri.

Dalam konteks tersebut, jelas saja, dosen Londo Ireng, di Undana maupun di tempat lain di negeri ini, sebenarnya tidak ada: tidak ada dosen kami yang mengkritik kebijakan makanan bergizi gratis, misalnya, karena setia kepada negara asing.

Tidak ada. Jika ada yang mengkritik pemerintah, itu, menurut saya, murni demi kebaikan negara ini.

Namun, kata-kata, kita tahu, tidak selalu memiliki makna yang tetap.  Maknanya dapat berubah seiring waktu.  Tidak pernah bersifat abadi (Lihat Marianne Josgensen dan Louise Phillips.  2002.  Discourse Analysis as Theory and Method.  London: Sage Publication).

Dalam konteks tersebut, penggunaan frasa "dosen Londo Ireng" tampaknya dapat diterima, yaitu dosen yang memiliki mentalitas "penjajah": menciptakan kondisi yang menyulitkan mahasiswa.

Menghadapi mereka, dosen Londo Ireng tersebut, semua terasa sulit bagi para mahasiswa, sebagaimana yang saya sampaikan di atas.

Kolom "Salam", Tajuk Rencana, Harian Pos Kupang (31 Juli 2026, hal. 2), dengan topik, "Undana, Mahasiswa dan Oknum Dosen," mengakui kehadiran dosen seperti itu.

Di dalam kolom tersebut, Pos Kupang menyampaikan, “Kasus Jessica sebenarnya merupakan salah satu dari banyak kejadian yang terjadi antara dosen dan mahasiswa.  Apa yang menariknya masih saja ada beberapa dosen yang sering menghambat para mahasiswa, khususnya dalam tugas akhir.  Dan, hal ini sudah menjadi rahasia umum yang telah berlangsung lama” (teks miring dari penulis).

Agar tidak terkena kerugian akibat oknum dosen Londo Ireng seperti itu, menurut saya mahasiswa segera harus mengambil tindakan nyata, misalnya dengan meminta kepada koordinator program studi (Koprodi) untuk mengganti pembimbing penulisan skripsinya, jika itu masalahnya.

Jika tidak diperbolehkan oleh Koprodi karena alasan tertentu, jangan berhenti di situ. Sampaikan masalahnya kepada dekan atau rektor atau pihak lain yang berkaitan. Siapa pun. Bahkan, organisasi apa pun.

Agar tidak merasa stres sendiri dan masalahnya dapat selesai. Secara anggun. Berjuang tanpa menyerah, tetapi tentu saja tanpa kekerasan: Ahimsa seperti yang dikenalkan oleh Mahatma Gandhi yang terkenal itu.

Selain itu, tindakan lainnya, sebelum isu tersebut menjadi viral, juga harus dilakukan sesuai dengan perkembangan zaman yang sangat pesat saat ini.

Sebagai contoh, mahasiswa dapat menulis dan mengirimkan usulan apa pun melalui WhatsApp atau aplikasi lain yang sesuai kepada dosen atau pimpinan. Menurut saya, dosen atau pimpinan yang baik pasti akan segera memberikan respons terhadapnya.

Jika tidak ingin menggunakan aplikasi seperti WhatsApp, mungkin lebih baik menyampaikan saran melalui kotak saran.

Di tempat tersebut, pesan dapat ditulis dan kritik dapat disampaikan tanpa menyebutkan nama pengirim pesan atau pengkritik.

Oleh karena itu, kotak masukan harus disediakan oleh pimpinan di setiap sudut kampus, sehingga setiap mahasiswa dapat mengirimkan saran atau kritik kapan saja. Untuk melakukan hal tersebut, memang mahasiswa perlu memiliki keberanian.

Namun mengapa merasa takut terhadap sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga, serta pada akhirnya juga bermanfaat bagi bangsa?

Ajaran leluhur kita, yaitu berani karena benar, takut karena salah, menurut saya, dapat menjadi pedoman dalam perjuangan yang, baik sadar atau tidak, memiliki dampak besar terhadap orang lain, sekarang dan kelak. Setidaknya peristiwa serupa yang melibatkan mahasiswa tidak akan terulang lagi.

Ini penting karena ada kasus yang berujung pada kerugian bagi mahasiswa, seperti meninggalkan studi (DO), pernah terjadi. Lebih menyedihkan lagi, bahkan melebihi yang dialami JST: semua mata kuliah telah lulus, penelitian untuk tugas akhir dan seminar hasil penelitian sudah selesai, tetapi mahasiswa tersebut tetap DO.

Karena di detik-detik terakhir, dosen tidak hadir sebagai penguji skripsi. Itu sejatinya bukan DO dalam arti biasa, melainkan PO, dikeluarkan. Mahasiswa ditolak dan terjatuh (Tans Feliks. "Belajar dari Dua Narasi Kontras Undana". Apakah itu tidak lebih kejam?

Dalam kasus JST, saya mengapresiasi para pemimpin Undana yang saat ini sedang berupaya mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Memang, sebenarnya demikian.

Perguruan tinggi (PT) perlu terus berupaya memberikan yang terbaik bagi setiap mahasiswanya, tanpa memandang latar belakang maupun kondisinya.

Karena mahasiswa, seperti pemuda pada umumnya, merupakan masa depan bangsa: mereka adalah siswa hari ini, pemimpin besok.

Dengan memegang prinsip tersebut, pemimpin PT tidak hanya melindungi kepentingan mahasiswa dan keluarganya, tetapi juga negaranya.

Itu pendapat saya mengenai cara menghadapi dosen Londo Ireng yang masih berada di kampus, meskipun jumlahnya mungkin sedikit. Apa saran Anda? (*)

Ikuti terus informasi dan tulisan opini dari trimatra news di Google News