TriMatraNews
Hari ini
TriMatraNews
▣ LIVE ▶ f ◎ 𝕏 ♪

Iklan Header

Topik Pilihan Berita utama hari ini
Memuat topik terbaru...
Berita Terbaru

Iklan Dalam Feed

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Publik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Publik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2026

Sekolah Jakarta Selatan Juara Asia dalam Pendidikan Berdampak

KPA NEWS -.CO.ID,JAKARTA — Kualitas akademik bukan lagi satu-satunya parameter yang digunakan untuk menilai keberhasilan sebuah sekolah. Institusi pendidikan kini semakin dihargai berdasarkan dampak positif yang mampu mereka berikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Perhatian yang semakin meningkat terhadap pendidikan yang berbasis tujuan dan dampak tersebut terlihat dalamPenghargaan Brands For Good 2026sebuah even yang menghargai organisasi yang mampu menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang nyata, sesuai dengan keunggulan institusi tersebut.

Perubahan perspektif tersebut turut menjadi dasar penyelenggaraanPenghargaan Brands For Good 2026 yang bekerjasama dengan Pusat Kontes Keterampilan Internasional Singapura (SIMCC) dan Universitas Sosial dan Kepemimpinan Singapura (SUSS).

Acara tersebut kini menghadirkan kategori terbaru, yaituEDU FOR GOODyang memberikan penghargaan kepada sekolah yang memiliki komitmen kuat dalam menyediakan pendidikan berkualitas yang melebihi hasil akademik dan menghasilkan dampak langsung serta berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Penilaian dalam Brands For Good Awardsmeliputi berbagai aspek, seperti kepemimpinan, keunggulan organisasi, dampak dari merek, serta kontribusi sosial dan lingkungan. Tahun ini, acara ini diikuti oleh sekitar 110 merek dari lebih dari 25 negara dan berakhir dengan malam penghargaan yang bertema “Together For Good” di D’Marquee @Downtown East, Singapura.

Sekolah yang berada di Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, yaitu BINUS SCHOOL Simprug, meraih penghargaan Champion di kategori EDU FOR GOOD.Aaron Wise, Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug, menyampaikan bahwa gelar tersebut bukanhanya sebuah penghargaan. Pengakuan ini memperkuat komitmen BINUS SCHOOL Simprug dalam mendidik siswa agar tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya, melalui keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, komitmen ini mulai ditanamkan sejak jenjang Primary Years Programme (PYP), ketika siswa belajar menghubungkan proses pencarian (inquiry) dengan tindakan yang bertanggung jawab (responsible action. Nilai ini terus berkembang melalui berbagai inisiatif yang dipimpin oleh siswa, diwujudkan oleh para alumni dalam kehidupan profesional maupun kegiatan sosial, serta diperkuat oleh komunitas orang tua yang berbagi pengetahuan dan keterampilan untuk memperkaya proses pembelajaran di luar kelas.

Dengan pendekatan ini, kata Aaron, BINUS SCHOOL Simprug melihat pendidikan tidak diukur dari besarnya donasi atau banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari kemampuannya membentuk individu yang mampu mengubah empati menjadi tindakan nyata serta menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Beberapa program tersebut antara lain perangkat bantu bagi penyandang disabilitas penglihatan yang diberi nama NAVCANE, yang dikembangkan oleh seorang pelajar. Perangkat ini terpilih dalam IB Global Youth Action Fund, menunjukkan bagaimana inisiatif siswa bisa berkembang dari pembelajaran di kelas menjadi solusi yang berpotensi memenuhi kebutuhan nyata masyarakat.

Program lainnya adalah PYPX, di mana selama 25 minggu, siswa kelas 5 bekerja dalam sembilan kelompok untuk meneliti berbagai masalah nyata, mulai dari kemiskinan dan perumahan, deforestasi, sampah makanan, energi bersih, hingga pencemaran laut.

Hasil penelitian tersebut selanjutnya diwujudkan dalam berbagai proyek, seperti mengajar bahasa Inggris kepada siswa dari komunitas yang memiliki akses pendidikan terbatas, membangun stasiun pengisian daya berbasis tenaga surya, menanam sayuran serta mengolah limbah makanan menjadi pupuk kompos, serta melakukan penanaman pohon dan mangrove.

Melaui PYPX, siswa menyadari bahwa dampak yang berarti harus dimulai dengan pemahaman mendalam terhadap suatu masalah sebelum mereka merancang respons yang bertanggung jawab.

Aaron menyatakan, inisiatif-inisiatif tersebut menunjukkan keyakinan BINUS SCHOOL Simprug bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada prestasi akademik. Keberhasilan juga dinilai dari kemampuan sekolah dalam membentuk generasi muda yang memiliki rasa empati, keterampilan, dan wawasan internasional, serta mampu mengubah perasaan peduli menjadi tindakan berdasarkan pemahaman dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Meraih gelar Champion dalam Brands For Good Awards 2026 mendorong kami untuk terus berkolaborasi dengan siswa, guru, orang tua, dan alumni dalam menciptakan dampak yang signifikan dan berkelanjutan. Di BINUS SCHOOL Simprug, kami yakin bahwa pendidikan tidak hanya tentang keunggulan akademik, melainkan juga membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki rasa empati terhadap masyarakat dan lingkungan, tetapi juga dilengkapi dengan pengetahuan, rasa percaya diri, serta kemampuan untuk mengubah kepedulian tersebut menjadi tindakan nyata dan perubahan positif di mana pun mereka berada," kata Aaron. "Kemenangan sebagai Champion dalam Brands For Good Awards 2026 memotivasi kami untuk terus bekerja sama dengan siswa, guru, orang tua, dan alumni dalam menciptakan dampak yang bermakna dan berkelanjutan. Di BINUS SCHOOL Simprug, kami meyakini bahwa pendidikan melampaui prestasi akademis, karena pendidikan bertujuan untuk membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, tetapi juga memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, serta keterampilan untuk mewujudkan kepedulian tersebut menjadi tindakan nyata dan perubahan positif di tempat-tempat mereka berada," ujar Aaron. "Penghargaan Champion di Brands For Good Awards 2026 mendorong kami untuk terus bermitra dengan siswa, guru, orang tua, dan alumni dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan dan bermakna. Di BINUS SCHOOL Simprug, kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang keunggulan akademik, melainkan juga tentang membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kesadaran terhadap masyarakat dan lingkungan, tetapi juga diberikan wawasan, keyakinan diri, serta kemampuan untuk mengubah kepedulian tersebut menjadi tindakan nyata dan perubahan positif di mana saja mereka berada," jelas Aaron.

Belum Punya Gedung, Angkatan Kedua SRMA 18 Blora Sementara Ditempatkan di Rembang

Belum Punya Gedung, Angkatan Kedua SRMA 18 Blora Sementara Ditempatkan di Rembang

KPA NEWS -, BLORA- Berbeda dengan angkatan pertama tahun lalu. Tahun ini, siswa baru angkatan kedua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora yang akan memulai tahun ajaran 2026/2027, masih belum dapat mengisi gedung sekolah SRMA 18 Blora yang berada di Cepu.

Karena proses pembangunan gedung belum selesai, maka sementara waktu akan ditempatkan di Gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Rembang.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, saat melepas keberangkatan 30 siswa baru SRMA 18 Blora dari halaman Kantor Bupati pada hari Jumat (31/7/2026).

"Ya, hari ini kita mengirimkan 30 siswa baru, baik laki-laki maupun perempuan, yang akan menjadi siswa SRMA 18 Blora. Hanya saja karena pembangunan gedung sekolah belum selesai, sehingga sementara ini mereka akan menempati gedung di SR Rembang. Nanti setelah pembangunan selesai, akan kita pindahkan kembali ke Blora, yang berada di Kecamatan Cepu," kata Bupati.

Bupati Arief pada kesempatan ini juga memberikan ucapan selamat dan semangat kepada 30 siswa-siswi yang terpilih. Semua berasal dari keluarga tidak mampu, beberapa di antaranya adalah yatim atau piatu. Ia mengajak mereka tetap percaya diri dan bersemangat dalam meraih masa depan yang lebih baik melalui SRMA 18 Blora.

"Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Program ini membawa harapan baru agar setiap anak Indonesia memiliki peluang untuk berkembang, mencapai impian, serta menjadi generasi yang unggul dan berintegritas," ujar Bupati.

"Selamat kepada seluruh siswa baru yang telah diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Ini merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Tidak semua anak memiliki kesempatan seperti yang diterima oleh anak-anakku hari ini. Oleh karena itu, bersyukurlah atas kesempatan ini dengan belajar secara sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, menghormati guru, mematuhi segala peraturan sekolah, serta terus mengembangkan potensi diri," tambahnya.

Di Sekolah Rakyat, menurut Bupati Arief, seluruhnya akan diatur dalam asrama dan memiliki aturan disiplin yang ketat. Oleh karena itu, ia meminta anak-anak tidak kaget dan bersikap serius.

"Mungkin ini akan menjadi sekolah asrama pertama bagi kalian. Namun jangan khawatir, semua layanan gratis dan terjamin. Orang tua tetap dapat mengunjungi dengan mematuhi aturan yang berlaku. Fokuslah pada belajar, mohon doa restu dari orang tua dan jangan lupa untuk mendoakan kebugaran mereka selalu. Begitu pula bagi orang tua yang sudah meninggal, semoga mendapat husnul khotimah melalui doa anak-anak yang sholeh dan sholehah. Nanti bagi siswa muslim akan diwajibkan menjalankan sholat jamaah lima waktu, ngaji dan kegiatan lainnya," ujar Bupati.

"Saya melihat di depan saya adalah calon Bupati, dokter, guru, perawat, insinyur, pengusaha, anggota TNI dan Polri, pegawai negeri sipil, serta profesi-profesi lain yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Keberhasilan kalian nanti tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan orang tua yang selama ini telah berjuang demi masa depan kalian. Saya berharap pendidikan yang kalian terima menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, menaikkan derajat orang tua, serta memutus siklus kemiskinan melalui pendidikan," tambah Bupati.

Meskipun sementara belajar di Kabupaten Rembang, Bupati berharap agar anak-anak tidak pernah merasa jauh dari rumah. Pemerintah Kabupaten Blora akan terus memberikan perhatian dan dukungan agar kalian dapat belajar dengan nyaman dan mendapatkan pendidikan yang terbaik.

"Kami juga berkomitmen penuh dalam memantau pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di Kabupaten Blora. InshaAllah, jika proses pembangunan selesai, anak-anak Blora nantinya bisa belajar di sekolah yang berada di kampung halamannya sendiri dengan fasilitas yang lengkap, nyaman, dan mampu menghasilkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. Bukan hanya 30 setiap angkatan, kami akan terus mengajukan agar kuotanya dapat ditingkatkan oleh pemerintah pusat," kata Bupati.

Bupati Arief juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah menyelenggarakan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Kepada para orang tua dan wali siswa, saya berharap tetap memberikan dukungan, doa, serta perhatian kepada anak-anak selama mereka menjalani proses pendidikan. Keberhasilan dalam pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh dukungan dari keluarga," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariyadi AP, bersama Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum M.Pd., mengungkapkan bahwa yang disimpan di Rembang hanya siswa baru dari angkatan 2026/2027.

"Hanya siswa baru angkatan tahun ini yang dititipkan. Sementara siswa angkatan tahun lalu, kini sudah duduk di kelas XI dan masih berada di gedung lama di Cepu. Nanti, ketika gedung baru selesai dibangun, angkatan kedua akan dipindahkan dari Rembang dan dikumpulkan di Cepu. Untuk sementara, mereka akan dititipkan di SR Rembang yang ada di Sulang. Lokasinya dekat dengan Blora," kata Luluk.

Setelah apel pemberangkatan, para siswa baru secara bergantian berjabat tangan dengan Bupati dan jajaran, kemudian berfoto bersama. Selanjutnya, satu per satu mereka naik ke bus yang akan membawa mereka ke Sulang Rembang. Tidak pergi sendirian, setiap siswa juga didampingi oleh anggota keluarganya.

Sementara itu, Qoti Tohili Kadu, salah seorang siswa baru lulusan SMP Negeri 2 Doplang, Kecamatan Jati, merasa bahagia dapat diterima di sekolah SRMA 18 Blora.

"Perasaannya senang karena diterima. Bisa sekolah secara gratis yang didanai oleh negara. Terima kasih Pak Bupati dan Pak Presiden, saya bisa melanjutkan pendidikan," katanya singkat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Muhammad Matohir, warga Desa Kedungsatriyan, Kecamatan Ngawen, yang berhasil diterima sebagai siswa SRMA 18 Blora. Siswa yang berasal dari pasangan orang tua dengan kondisi disabilitas ini merasa bersyukur bisa masuk ke sekolah rakyat.

"Alhamdulillah bahagia. Dengan diterimanya saya ini, bisa mengurangi beban orang tua, membuat mereka bangga. Semoga bisa merasa nyaman dan berprestasi," kata Matohir, lulusan SMPN 4 Ngawen ini.

Selain itu, Kepala Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Laga Kusuma, yang hadir untuk mengantarkan salah satu warganya juga bersyukur karena ada anaknya yang diterima di SRMA 18 Blora.

"Saya mengantar adik Siti Nur Indah, warga kami dari Desa Bangsri yang lulus SRMA. Ia adalah lulusan SMPN 2 Jepon. Memang kondisi ekonomi keluarganya kurang mampu, sehingga sangat terbantu dengan program ini," katanya.

Pemindahan siswa baru ke Sekolah Rakyat di Rembang dilakukan dengan menggunakan 2 unit bus. Setelah dilepas oleh Bupati, mereka langsung dibawa oleh Dinas Sosial P3A serta para pendamping masing-masing.(Iqs)