TriMatraNews
Hari ini
TriMatraNews
▣ LIVE ▶ f ◎ 𝕏 ♪

Iklan Header

Topik Pilihan Berita utama hari ini
Memuat topik terbaru...
Berita Terbaru

Iklan Dalam Feed

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2026

Peta Lagu Tilawah Al-Qur'an

Oleh Ahmadie Thaha, Kolumnis

KPA NEWS - CO.ID, Terdapat ilmu yang awalnya berada dalam buku. Ada juga ilmu yang bertahun-tahun tersimpan di telinga. Nagham atau lagu Al-Qur'an termasuk yang kedua.

Seorang siswa duduk di depan guru, mendengarkan, meniru, membuat kesalahan, kemudian diperbaiki, lalu mengulanginya berulang kali hingga ratusan kali. Tidak ada grafik. Tidak ada bagan. Terkadang bahkan tidak ada penjelasan yang panjang.

Guru hanya berkata, "Begitu cara naiknya." Kemudian ia membacakan. Murid mendengarkan. Demikianlah sebuah ilmu berpindah dari hati ke hati, dari mulut ke mulut para santri.

KH Mudrik Qori ternyata berkeinginan menghadirkan ilmu yang ada dalam telinga tersebut ke dunia akademik. Pada Selasa, 28 Juli 2026, Mudir ‘Aam Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Sumatera Selatan, menyelesaikan disertasinya di Universitas Muhammadiyah Malang.

Judul penelitian tersebut cukup panjang: “Model Pembelajaran Nagham Al-Qur’an Syekh Musthafa Ismail di Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan.”

Bagi saya, yang menarik bukanlah gelar doktornya, meskipun doktor dalam bidang tertentu ini masih jarang. Yang menarik adalah topik penelitiannya yang dibawa ke ruang sidang: lagu atau nagham Al-Qur’an.

Lebih akurat lagi, ia meneliti dan memetakan salah satu suara paling luar biasa dalam sejarah tilawah modern: Syeikh Musthafa Ismail.

Bagi seseorang yang besar dalam lingkungan MTQ, nama tersebut hampir mirip dengan nama sebuah aliran. Musthafa Ismail, qari asal Mesir yang lahir di Mit Ghazal pada 17 Juni 1905 dan meninggal pada 26 Desember 1978, bukan hanya memiliki suara yang indah.

Sumber-sumber Mesir menyebutnya sebagai malik al-maqamat, raja maqam. Harian Al-Ahram melaporkan bahwa Musthafa Ismail membaca qiraat dengan lebih dari 19 maqam beserta cabang-cabangnya.

Ia juga terkenal dengan napas yang panjang, luasnya ilmu qiraat, serta kemampuan berpindah maqam dengan kelenturan yang membuat pendengar kagum dan terkesan.

Saat mendengar, mereka terkadang tidak menyadari bahwa "kendaraan" musikal dari qari tersebut telah berubah. Ia tidak terdengar seperti seseorang yang sedang mengganti gigi. Tiba-tiba saja kita sudah berada di jalur yang berbeda.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Itulah keunikan yang dimilikinya. Banyak orang memiliki suara yang lebih sempurna. Ada yang lebih keras. Ada yang lebih jernih. 2. Inilah keistimewaannya. Banyak orang memiliki suara yang lebih utuh. Ada yang lebih nyaring. Ada yang lebih jelas. 3. Itu dia kelebihannya. Banyak orang memiliki suara yang lebih lengkap. Ada yang lebih merdu. Ada yang lebih tajam. 4. Berikut kekhasannya. Banyak orang memiliki suara yang lebih sempurna. Ada yang lebih keras. Ada yang lebih bersih. 5. Itulah ciri khasnya. Banyak orang memiliki suara yang lebih bulat. Ada yang lebih menggelegar. Ada yang lebih jernih.

Namun Musthafa Ismail seperti seorang arsitek yang secara kebetulan bekerja dengan suara. Ia tidak hanya memiliki batu bata; ia tahu kapan harus membangun pintu masjid, kapan mengangkat kubah, dan kapan membiarkan lorong gelap agar cahaya di ujungnya terasa lebih terang.

Oleh karena itu, makam di tangannya bukan sekadar hiasan yang ditempelkan pada ayat. Ia berfungsi sebagai alat untuk menafsirkan makna suara.

Ayat ancaman tidak diperlakukan sama dengan ayat rahmat. Cerita tidak selalu memiliki makna yang sama dengan perintah. Ketika makna berubah, suara juga berubah.

Musik tidak mengikuti Al-Qur'an; justru musik yang diperintahkan untuk mengikuti Al-Qur'an. Perbedaannya kecil di telinga, tetapi sangat besar secara teologis.

Di sinilah penelitian KH Mudrik Qori menarik perhatian. Berdasarkan analisis rekaman asli, metode pembelajaran, dan jalur penyampaian guru, ia mengenali tiga jenis variasi yang dikenal sebagai ma’zul, tahwil, dan takhlith.

Dalam proses penelitian, ma’zul berkaitan dengan pengembangan frasa nagham yang memungkinkan perubahan suasana tanpa menghilangkan ciri khas maqam utama. Tahwil merujuk pada perpindahan atau modifikasi dari satu maqam ke maqam lainnya. Sementara itu, takhlith menggabungkan elemen beberapa maqam dalam satu rangkaian bacaan.

Bagi kalangan umum, mungkin lebih mudah membayangkannya seperti seseorang mengemudikan kendaraan di daerah pegunungan.

Ma'zul berarti mengemudikan kendaraan di jalur yang sama. Tahwil merupakan perpindahan jalur. Takhlith lebih kompleks: beberapa jalur digunakan dalam satu perjalanan.

Kendaraannya harus sangat terampil. Sedikit kesalahan, mobil bisa masuk ke taman orang.

Musthafa Ismail adalah seorang sopir yang mampu membuat belokan berbahaya terlihat seperti jalan lurus.

Tindakan yang dilakukan Kiai Mudrik pada dasarnya berupaya menggambarkan peta perjalanan tersebut.

Selama berpuluh tahun, banyak qari mempelajari Musthafa Ismail melalui metode paling klasik dalam peradaban manusia: mendengarkan dan meniru.

Rekaman diputar. Sebuah kalimat diulang. Naikannya ditiru. Turunannya dikejar. Terkadang berhasil, terkadang yang tertangkap hanya kulitnya.

Siswa mampu meniru suara, tetapi belum tentu memahami prinsip di balik suara tersebut. Disertasi ini mengajukan pertanyaan penting: apakah prinsip itu dapat diajarkan?

Pertanyaan ini lebih luas dari masalah MTQ. Ia menyentuh isu lama dalam pendidikan tradisional: bagaimana mengubah pengetahuan yang tidak tersurat menjadi pengetahuan yang bisa dijelaskan tanpa merusak tradisinya.

Santri memahami masalah tersebut. Seorang kyai terkadang mampu membaca kitab dengan akurasi yang luar biasa, tetapi ketika ditanya tentang algoritma cara berpikirnya, jawabannya sederhana: "Ya begitu."

Bukan karena dia tidak mengetahui. Justru pengetahuan tersebut sudah terlalu melekat pada dirinya. Seperti seseorang yang berjalan tanpa lagi memperhatikan kapan kaki kanan harus melangkah dan kaki kiri harus mengikuti.

Dalam ilmu pengetahuan modern, hal ini sering dikenal sebagai pengetahuan tak sadar: pengetahuan yang kita kuasai, tetapi tidak sepenuhnya mudah kita sampaikan dalam bentuk petunjuk tertulis.

Michael Polanyi menyampaikannya dengan kalimat terkenal: kita mengetahui lebih banyak daripada yang bisa kita ungkapkan. Pesantren telah mengenal konsep ini jauh sebelum istilah tersebut muncul dalam jurnal manajemen pengetahuan. Istilahnya sederhana: belajar kepada guru.

Oleh karena itu, sanad Kiai Mudrik sangat penting. Ia tidak hanya mengakses Musthafa Ismail melalui YouTube. Awalnya ia belajar dari ayahnya, KH Ahmad Qori Nuri, kemudian kepada KH Sayyid Muhammad Assirri, guru nagham PTIQ dan IIQ Jakarta yang dianggap sebagai murid langsung Syekh Musthafa Ismail.

Ia juga terinspirasi oleh KH Moersjied Qorie Indra yang memiliki sistem pengajaran kepada murid Musthafa Ismail. Rekaman selanjutnya dihubungkan dengan transmisi guru.

Ini pertemuan yang menarik: silsilah bertemu metode. Keduanya sering dikontraskan secara tidak hati-hati. Seperti halnya yang tradisional pasti tidak ilmiah, sementara yang ilmiah harus meninggalkan tradisi.

  

Meskipun keduanya menghadapi pertanyaan yang berbeda, Sanad terutama menjawab: dari mana pengetahuan ini diperoleh? Metode ilmiah bertanya: bagaimana pengetahuan tersebut diuji, dijelaskan, dikategorikan, dan memungkinkan orang lain untuk mengujinya?

Jika keduanya bertemu dalam kondisi sehat, pesantren tidak kehilangan semangatnya dan universitas tidak kehilangan akal sehatnya.

Berdasarkan penelitian tersebut, Kiai Mudrik mengembangkan Model Pembelajaran Nagham Berbasis Pesantren yang terdiri dari tingkatan nagham ‘aam, nagham khas, hingga nagham khas al-khas.

Pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan suara yang indah. Terdapat penguasaan maqamat, modulasi, improvisasi, pemahaman makna ayat, adab tilawah, hingga kesiapan menghadapi MTQ.

Dengan kata lain, siswa tidak hanya diajarkan "belok di sini", tetapi juga mengapa harus belok dan kapan sebaiknya tidak perlu belok.

Ini penting karena salah satu masalah dalam pendidikan seni adalah terlalu mengagungkan hasil akhir. Kita melihat qari yang hebat lalu meminta anak-anak untuk menirunya.

Itu tidak berbeda dari melihat Lionel Messi menggiring bola lalu berkata kepada muridnya: "Nah, lakukan seperti ini." Masalahnya justru terletak pada kata "seperti ini". Ada ribuan jam latihan yang tersembunyi di baliknya.

Namun di sini juga penelitian semacam ini perlu terus diuji dan diperbaiki. Sistematisasi memberikan manfaat, sekaligus risiko.

Begitu seni dijadikan sebagai modul, manusia cenderung mudah mengubah modul tersebut menjadi resep.

Bayangkan jika seorang siswa kemudian belajar: ayat yang membicarakan azab berarti tingkat A, ayat yang menyebutkan surga berarti tingkat B, kisah para nabi berarti tingkat C. Selesai. Tilawah menjadi seperti resep obat: sakit kepala ambil tablet nomor satu, batuk ambil nomor dua.

Musthafa Ismail justru berkembang karena ia tidak membaca Al-Qur'an seperti mesin penjual otomatis.

Kemampuan membaca yang indah muncul dari kombinasi berbagai unsur sekaligus: tajwid, qiraat, pemahaman terhadap ayat, kemampuan vokal, maqam, pengalaman, intuisi, serta tanggapan terhadap suasana majelis.

Oleh karena itu, sistem pendidikan yang baik seharusnya tidak menghasilkan seribu salinan Musthafa Ismail. Ia harus menghasilkan seribu pembaca yang memahami struktur bahasa musikal Musthafa Ismail, kemudian berkembang menjadi diri sendiri. Di sinilah peran talaqqi tetap tak tergantikan.

Modul bisa menyatakan bahwa nada ini terlalu tinggi. Spektrum nanti bahkan mungkin menunjukkan frekuensinya. Kecerdasan buatan mungkin mampu mengenali maqam dan perubahan yang terjadi.

Bahkan penelitian teknologi membaca Al-Qur'an telah berkembang ke arah tersebut. Penelitian terbaru mulai mengembangkan dataset audio Al-Qur'an dalam skala besar dan sistem penilaian pelafalan secara otomatis.

Dataset Tadabur yang diperkenalkan pada tahun 2026, misalnya, mengumpulkan lebih dari 1.400 jam rekaman dari lebih 600 qari. Quran-MD menawarkan data teks dan audio hingga tingkat ayat dan kata dari berbagai pembaca.

Mesin akan semakin canggih dalam mendengarkan. Namun, guru mengatakan sesuatu yang lebih rumit: "Bacaanmu sudah benar, tapi belum terasa."

Kalimat terakhir tersebut sulit dimasukkan ke dalam Excel. Karena tilawah bukan sekadar kejadian akustik.

Tajwid memastikan huruf tidak diperlakukan secara tidak adil. Qiraat menjaga penyampaian bacaan. Maqam membantu suara menyampaikan perasaan. Tafsir membantu pembaca memahami arah makna. Adab menjaga agar semua kemampuan tersebut tidak berubah menjadi pameran ego.

Seorang qari mampu menguasai nada yang tinggi, namun Al-Qur'an tidak diturunkan sebagai bentuk pamer bahwa manusia memiliki rentang suara.

Maka makna penting penelitian Kiai Mudrik mungkin justru berada di sini: ia membuka jalan agar tradisi nagham Indonesia mulai lebih serius melakukan dokumentasi terhadap dirinya sendiri.

Indonesia sudah puluhan tahun menjadi negara yang kaya akan MTQ. Kita memiliki qari, qariah, pelatih, pesantren, LPTQ, perguruan tinggi Al-Qur'an, serta jaringan guru yang luar biasa.

Kami rutin menyelenggarakan berbagai kompetisi mulai dari tingkat kelurahan hingga internasional. Panggungnya megah, lampunya terang, dan pialanya menarik. Namun, pengetahuan yang menjadi dasar bagi para pemenang belum selalu dicatat dengan keseriusan yang sama.

Kita sering menghasilkan maestro yang hebat, tetapi kurang tekun menuliskan proses bagaimana seorang maestro dibentuk.

Oleh karena itu, pekerjaan selanjutnya tidak boleh berhenti hanya pada satu disertasi. Rekaman qari-qari besar perlu diubah menjadi bentuk digital dan dilengkapi dengan catatan kaki. Pola maqam dapat dipetakan. Metode yang digunakan oleh guru-guru senior perlu direkam sebelum mereka meninggal.

Perguruan tinggi, pesantren, LPTQ, pakar qiraat, ahli fonetik, serta ilmuwan komputer bisa bekerja sama dalam membangun korpus nagham Indonesia.

Dari sana muncul buku ajar, arsip audio, alat latihan interaktif, hingga sistem kecerdasan buatan yang membantu siswa mengenali maqam dan mengevaluasi latihan—tentu tanpa niat menggantikan guru.

Teknologi terkini dalam pengajaran Al-Qur'an bukanlah alat yang menggantikan syekh dari ruangan. Justru, teknologi ini memungkinkan ilmu para syekh bisa sampai kepada lebih banyak murid.

Dan mungkin di situlah Musthafa Ismail tersenyum dari sejarah. Hampir setengah abad setelah ia meninggal, nada suaranya masih dipelajari ribuan kilometer dari Mesir.

Seorang ulama dari Indralaya membawanya ke ruang doktoral di Malang, mengungkapkan jalur-jalur makamnya, kemudian berusaha menggambar peta agar generasi berikutnya tidak hanya menjadi pengikuti.

Karena warisan terbaik seorang maestro bukanlah suara yang selalu diikuti.

Warisan terpentingnya adalah pengetahuan yang membuat seseorang memahami mengapa suara itu pernah begitu hidup.

Ma'had Tadabbur al-Qur'an, 2/8/2026

Keterbatasan Tak Halangi Pelajar Kotim Masuk Hall of Fame AS Melalui Temuan Celah Siber

KPA NEWS -.CO.ID, SAMPIT,– Keterbatasan akses dan fasilitas tidak mengurangi semangat mereka – Tidak adanya akses dan fasilitas tidak membuat semangat mereka pudar – Kendala dalam akses dan fasilitas tidak menghalangi semangat mereka – Keterbatasan akses dan sarana tidak mengurangi antusiasme mereka – Tidak memiliki akses dan fasilitas tidak menghentikan semangat merekaMuhammad Wildan Al Ghozali, siswa asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional. Ia sukses memasukkan namanya dalamHall of Fame milik U.S. Department of Education(Bagian Pendidikan Amerika Serikat) berkat kontribusinya mengidentifikasi celah keamanan siber secara bertanggung jawab.

Kemenangan ini dimulai dari laporan temuan kelemahan yang ia kirimkan melalui sistem yang tersediaresponsible disclosure"Alhamdulillah, saya merasa senang dan bangga karena laporan yang saya kirim dinilai sah. Saya berharap ini dapat menjadi motivasi bahwa siswa dari daerah juga mampu mencapai prestasi hingga tingkat internasional," ujar Wildan di Sampit, Sabtu.

Siswa kelas XI MAN 1 Kotawaringin Timur mengakui ketertarikannya terhadap dunia teknologi mulai berkembang saat duduk di bangku SMP. Awalnya, ia senang bermain game di laptop, lalu tertarik mempelajari pemrograman setelah melihat kemampuan temannya. Rasa penasaran ini mendorongnya untuk belajar mandiri melalui media sosial, mesin pencari, hingga berbagai sumber di internet.

Tanpa menjadi anggota komunitas tertentu maupun memiliki mentor khusus, kemampuannya terus berkembang hingga akhirnya mampu membuka layanan pembuatan situs web sebelum akhirnya fokus pada bidang keamanan siber. Perjalanan ini membawanya mengenal dunia tersebut.bug bountyyaitu program resmi yang diadakan oleh perusahaan atau lembaga, memberikan penghargaan kepadaethical hackeratau peretas profesional yang berhasil menemukan dan mengungkap kelemahan dalam sistem mereka sebelum digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Proses Penemuan Celah Keamanan

Berdasarkan pendapat Wildan, keberhasilan mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pendidikan Amerika Serikat dimulai ketika ia mengikuti program di platform tersebut.Bugcrowdyang menghubungkan organisasi dengan jaringan peneliti keamanan independen dari berbagai negara. “Sebelum mencari celah, saya terlebih dahulu memahami lingkup atauin-scope domainyang dapat diuji. Selanjutnya saya memanfaatkan teknikGoogle Dorkinguntuk menemukan data yang mungkin mengarah pada kelemahan, katanya.

Dari proses tersebut, ia menemukan sebuah dokumen yang berisi informasi rahasia di domain yang terkait dengan klien di Amerika Serikat. Setelah diteliti lebih lanjut, Wildan mengenali adanya kelemahan berjenisinformation disclosureatau kebocoran data. Ia menjelaskan, kelemahan semacam ini bisa memiliki dampak yang sangat serius karena memungkinkan pihak lain mengakses informasi pribadi, yang berpotensi disalahgunakan untuk manipulasi sosial (social engineering), pencurian identitas, kerugian keuangan, serta berbagai jenis kejahatan dunia maya lainnya.

Temuan tersebut kemudian disampaikan melalui prosedur yang telah ditetapkan. Setelah melalui proses verifikasi oleh pihak yang berwenang, laporan tersebut dianggap sah sehingga namanya tercantum dalam halaman Hall of Fame sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam meningkatkan keamanan sistem. "Saya juga mengajukan permohonan sertifikat resmi dan saat ini masih dalam proses. Sertifikat ini akan menjadi bagian dari portofolio saya ketika nanti saya melanjutkan studi maupun berkarier di bidang keamanan siber," katanya.

Rekam Jejak dan Cita-cita

Prestasi ini bukanlah pencapaian pertamanya. Sebelumnya, Wildan sudah beberapa kali menemukan celah keamanan di berbagai situs di Indonesia, antaranya milikPemerintah Kabupaten Blitar, Detik.com, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, halaman PPID Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, PPID Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga situs Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Kerentanan yang ditemukan beragam, mulai dari kebocoran informasi pribadi, akses terbuka pada jalur direktori server internal,full path disclosurehingga konfigurasi sistem yang tersedia untuk umum.

Di tingkat lokal, Wildan pernah diminta untuk membantu mengecek keamanan situs web.Kementerian Agama Kotim. Dari pemeriksaan tersebut ia kembali menemukan beberapa kelemahan yang kemudian dilaporkan agar segera diperbaiki. Baginya, seorangbug hunterbukanlah peretas yang merusak sistem, tetapi pihak yang berupaya memperkuat keamanan digital dengan menemukan celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.

Oleh karena itu, ia selalu menekankan pentingnya menjalani seluruh proses dengan etis dan sesuai aturan. Dukungan dari keluarga menjadi salah satu faktor yang memperkuat semangatnya. Sebagai anak keempat dari delapan bersaudara, Wildan mengatakan orang tuanya yang bekerja di sektor swasta selalu memberikan dorongan, termasuk memenuhi kebutuhan belajarnya dengan membelikannya laptop. “Orang tua, guru, dan teman-teman sangat mendukung. Bahkan setelah mengetahui saya berhasil menemukan celah di situs web luar negeri, orang tua memberikan apresiasi berupa tambahan uang saku. Itu menjadi pemicu untuk terus belajar,” katanya.

Masa depan, Wildan memiliki impian untuk menjadiCybersecurity Analystdan berencana melanjutkan studi diTelkom University atau Binus University. Ia bahkan memiliki impian yang lebih besar, yaitu suatu hari dapat menemukan kelemahan pada sistem milikNASA melalui program bug bountyResmi. Ia juga mengajak generasi muda agar lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. Menurutnya, risiko kebocoran data serta penyalahgunaan jejak digital semakin meningkat jika pengguna tidak menyadari pentingnya keamanan informasi.

"Generasi muda perlu lebih memahami teknologi, lebih waspada dalam menggunakan media sosial serta menjaga jejak digital mereka. Hal-hal kecil seperti komentar negatif atau berbagi informasi pribadi bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai tindakan kriminal di dunia siber. Mudah-mudahan semakin banyak kalangan muda yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi," ujar Wildan.

Isi ini disusun dengan dukungan teknologi AI.

Wagub Kalteng Dorong 340 Wisudawan UMPR Jadi Wirausaha di Era AI

KPA BERITA -.CO.ID, PALANGKA RAYA,– Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng),Edy Pratowo, menekankan pentingnya perubahan, kemampuan beradaptasi, dan semangat wirausaha kepada 340 lulusanUniversitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR)Pesan ini disampaikan agar lulusan dapat menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah akibat perubahan digital dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Edy menyampaikan pesan tersebut saat hadir dalam acara Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIII serta Program Sarjana XXXVI UMPR di Palangka Raya, Sabtu. Ia menekankan bahwa perubahan berlangsung sangat cepat sehingga lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi melalui tindakan nyata dan inisiatif yang konkrit.

"Perubahan digital, kemajuan teknologi AI, serta persaingan internasional mengharuskan lulusan universitas mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan," ujarnya.

Jangan Hanya Membayangkan Menjadi Pegawai Negeri

Edy Pratowo menegaskan bahwa lulusan universitas kini tidak boleh hanya mengandalkan pola pikir mencari pekerjaan, terutama dalam menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Kesempatan yang ada cukup terbatas dibandingkan jumlah lulusan tiap tahunnya.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi mendorong lulusan untuk menjadi wirausaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitarnya. "Jangan hanya berpikir untuk menjadi pegawai negeri. Jadilah pengusaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Edy juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan UMPR dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama tersebut dilakukan melalui program kuliah gratis serta pendidikan vokasi Diploma I di bidang pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyatakan rasa terima kasih atas pelaksanaan wisuda tahun ini yang dilakukan di sebuah hotel, sehingga para lulusan dan tamu undangan dapat mengikuti acara dengan lebih nyaman meskipun kondisi kabut asap sedang melanda beberapa wilayah di Kalimantan Tengah.

Pesan Rektor dan LLDIKTI

Rektor UMPR Lektor Kepala Dr Muhamad Yusuf SSos MAPmenjelaskan bahwa dalam acara Yudisium dan Wisuda tersebut, UMPR mengeluarkan sebanyak 340 mahasiswa. Rincian terdiri dari 160 lulusan Program Pascasarjana dan 180 lulusan Program Sarjana.

Rektor UMPR menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan mahasiswa, melainkan langkah awal menuju kehidupan dan dunia nyata yang penuh dengan persaingan tanpa batas. Oleh karena itu, ia mengajak para lulusan untuk memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sebagai fondasi dalam terus meningkatkan kualitas diri.

Selain kemampuan akademis, aspek utama dalam menjalani kehidupan sosial adalah kemampuan mengelola pikiran yang tangguh. Nanti dalam dunia kerja akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi," ujarnya. Dr Yusuf juga mengingatkan para lulusan agar mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan situasi yang terus berkembang.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan,Muhammad Akbar, mengajak para dosen untuk terus mengembangkan kompetensi agar mampu memberikan proses pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pasar kerja. Ia juga memperingatkan lulusan untuk mengimplementasikan budaya ilmiah yang telah dipelajari selama menyusun skripsi maupun tesis dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, metode ilmiah mengajarkan seseorang untuk mengumpulkan data, melakukan analisis yang objektif, serta menyimpulkan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting agar lulusan tidak mudah membuat keputusan atau menyebarluaskan informasi tanpa melalui proses verifikasi.

"Kesetiaan, kejujuran, dan kepercayaan harus senantiasa dipertahankan karena itulah yang akan menciptakan keyakinan masyarakat terhadap para lulusan," katanya.

Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan yang berada di bawah naungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah,Moh. Mudzakkir, menyatakan gelar sarjana sebagai modal simbolis yang menunjukkan seseorang memiliki kemampuan akademik dan intelektual. Namun, menurutnya, penghargaan sebenarnya akan diperoleh jika lulusan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sesuai bidang keahlian mereka. Ia juga mengajak para alumni menjaga modal sosial yang dimiliki dengan tetap memegang teguh nilai kejujuran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya.

Isi ini disusun dengan dukungan teknologi AI.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Program Aksara Mahasiswa 2026 Diluncurkan di Unisba

KPA NEWS - CO.ID, BANDUNG -- Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pelajar dalam ruang kelas, tetapi juga sebagai penggerak perubahan bagi masyarakat dengan semangat Mahasiswa Berdampak.

Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam Sosialisasi Mahasiswa Berdampak: Program Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (Aksara Mahasiswa) Tahun 2026 yang diadakan di Aula Utama Universitas Islam Bandung (Unisba), Sabtu (1/8/2026).

Ini juga memperkuat posisi Unisba sebagai kampus yang berdampak positif dalam mendukung munculnya berbagai program pelayanan kepada masyarakat.

Acara yang diadakan oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Unisba dihadiri sekitar 300 peserta dari 65 institusi pendidikan tinggi di Jawa Barat dan Banten.

Peserta terdiri dari dosen yang akan mengusulkan, pimpinan unit kerja di bidang kemahasiswaan, serta pengurus organisasi kemahasiswaan. Program Aksara Mahasiswa dibuat untuk mendorong mahasiswa menjadi pelaku perubahan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

Dalam pelaksanaannya, dosen berfungsi sebagai pembimbing yang menghubungkan hasil penelitian universitas dengan kebutuhan masyarakat. Program ini dibuat berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dengan pendekatan yang dimulai dari masalah nyata di tengah masyarakat.

Di dalam pidatonya, Rektor Unisba, Prof Ir A Harits Nu'man, MT, Ph.D, IPU, ASEAN Eng menekankan bahwa perguruan tinggi bertanggung jawab untuk menyediakan solusi terhadap permasalahan masyarakat, bukan hanya menghasilkan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, Unisba telah menerapkan semangat Mahasiswa Berdampak melalui berbagai kegiatan pengabdian. Salah satunya adalah program zero waste di Kecamatan Arcamanik yang melibatkan sekitar 500 mahasiswa.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dengan menerapkan teknologi plasma dingin dan pendekatan rekayasa sosial di 50 RW. Program ini baru saja mendapatkan pengakuan sebagai Kampus Berdampak.

Rektor berharap kerja sama antara universitas, pemerintah, dan masyarakat terus berkembang agar dapat menghasilkan lebih banyak inovasi yang diusulkan oleh mahasiswa serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr Lukman, ST, M.Hum mengungkapkan bahwa Unisba kembali dipercaya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Mahasiswa Berdampak untuk yang kedua kalinya.

Ia menilai hal itu mencerminkan komitmen Unisba dalam mendukung penguatan program pengabdian mahasiswa. Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme perguruan tinggi untuk mengajukan hibah pengabdian terus meningkat setiap tahun, meskipun jumlah penerima dana mengalami penurunan.

Oleh karena itu, dia berharap terjadi peningkatan dalam alokasi dana agar semakin banyak usulan yang berkualitas bisa didanai.

Selain itu, Lukman memperkenalkan program Sorot, sebuah inisiatif yang mengabadikan KKN dan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk film pendek. Karya terbaik dari setiap universitas akan dipilih sebelum dikirimkan ke LLDikti Wilayah IV.

Kepala Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof Apt I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D mengungkapkan, sosialisasi di Unisba merupakan pelaksanaan yang kedua setelah Bali. Rangkaian kegiatan berikutnya akan dilaksanakan di Semarang, Makassar, Palembang, dan Medan.

Ia menjelaskan, Program Aksara Mahasiswa lahir sebagai wadah untuk memaksimalkan kemampuan mahasiswa yang memiliki idealisme, kreativitas, dan semangat tinggi agar dapat memberikan pengaruh langsung terhadap masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai pelaksana kegiatan pemberdayaan, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Program Aksara Mahasiswa memiliki dua skema utama, yaitu Aksara Peduli dan Aksara Sirkular. Aksara Peduli berfokus pada pemberdayaan masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah dengan kemiskinan ekstrem, serta daerah yang rentan terhadap bencana melalui tema pangan, energi, dan kesehatan.

Selanjutnya, Aksara Sirkular menekankan pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bagian dari transformasi sosial, khususnya di wilayah yang memiliki TPS 3R di DKI Jakarta, Kota Bogor, Kota Bandung, dan Kota Denpasar.

Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang menjadi fokus utama dengan jumlah universitas terbanyak kedua di tingkat nasional yang terlibat dalam program pengelolaan sampah, yaitu sebanyak 84 institusi pendidikan tinggi.

Selama kegiatan, peserta mengikuti empat sesi diskusi panel yang membahas gambaran umum Program Mahasiswa Berdampak, persyaratan pendaftaran, penyusunan proposal, serta sistem administrasi dan keuangan. Selain itu, peserta juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para pembicara terkait berbagai hal dalam pengajuan program.

Penutupan sosialisasi dilakukan melalui presentasi oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng.

Ia menekankan bahwa Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kompetensi mahasiswa.

Menurutnya, pengalaman langsung terjun ke masyarakat akan menjadi catatan penting bagi mahasiswa, baik untuk mendapatkan beasiswa maupun memperkuat jalur karier mereka.

Ia juga menekankan bahwa banyak universitas ternama saat ini memasukkan dampak (impact), kemampuan dalam menyelesaikan masalah, serta pemanfaatan pengetahuan lokal (local knowledge) sebagai komponen penting dalam pengembangan pendidikan dan penelitian.

Oleh karena itu, ia mengajak para mahasiswa memanfaatkan Program Aksara Peduli dan Aksara Sirkular guna meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu yang ada di masyarakat, mengeksplorasi potensi lokal, serta menyediakan solusi yang kreatif dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak takut mengalami kegagalan, terus belajar dari setiap pengalaman, serta memanfaatkan partisipasi dalam masyarakat sebagai bekal dalam membangun kepemimpinan di masa depan.

Sekolah Jakarta Selatan Juara Asia dalam Pendidikan Berdampak

KPA NEWS -.CO.ID,JAKARTA — Kualitas akademik bukan lagi satu-satunya parameter yang digunakan untuk menilai keberhasilan sebuah sekolah. Institusi pendidikan kini semakin dihargai berdasarkan dampak positif yang mampu mereka berikan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Perhatian yang semakin meningkat terhadap pendidikan yang berbasis tujuan dan dampak tersebut terlihat dalamPenghargaan Brands For Good 2026sebuah even yang menghargai organisasi yang mampu menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang nyata, sesuai dengan keunggulan institusi tersebut.

Perubahan perspektif tersebut turut menjadi dasar penyelenggaraanPenghargaan Brands For Good 2026 yang bekerjasama dengan Pusat Kontes Keterampilan Internasional Singapura (SIMCC) dan Universitas Sosial dan Kepemimpinan Singapura (SUSS).

Acara tersebut kini menghadirkan kategori terbaru, yaituEDU FOR GOODyang memberikan penghargaan kepada sekolah yang memiliki komitmen kuat dalam menyediakan pendidikan berkualitas yang melebihi hasil akademik dan menghasilkan dampak langsung serta berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Penilaian dalam Brands For Good Awardsmeliputi berbagai aspek, seperti kepemimpinan, keunggulan organisasi, dampak dari merek, serta kontribusi sosial dan lingkungan. Tahun ini, acara ini diikuti oleh sekitar 110 merek dari lebih dari 25 negara dan berakhir dengan malam penghargaan yang bertema “Together For Good” di D’Marquee @Downtown East, Singapura.

Sekolah yang berada di Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, yaitu BINUS SCHOOL Simprug, meraih penghargaan Champion di kategori EDU FOR GOOD.Aaron Wise, Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug, menyampaikan bahwa gelar tersebut bukanhanya sebuah penghargaan. Pengakuan ini memperkuat komitmen BINUS SCHOOL Simprug dalam mendidik siswa agar tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya, melalui keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, komitmen ini mulai ditanamkan sejak jenjang Primary Years Programme (PYP), ketika siswa belajar menghubungkan proses pencarian (inquiry) dengan tindakan yang bertanggung jawab (responsible action. Nilai ini terus berkembang melalui berbagai inisiatif yang dipimpin oleh siswa, diwujudkan oleh para alumni dalam kehidupan profesional maupun kegiatan sosial, serta diperkuat oleh komunitas orang tua yang berbagi pengetahuan dan keterampilan untuk memperkaya proses pembelajaran di luar kelas.

Dengan pendekatan ini, kata Aaron, BINUS SCHOOL Simprug melihat pendidikan tidak diukur dari besarnya donasi atau banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari kemampuannya membentuk individu yang mampu mengubah empati menjadi tindakan nyata serta menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Beberapa program tersebut antara lain perangkat bantu bagi penyandang disabilitas penglihatan yang diberi nama NAVCANE, yang dikembangkan oleh seorang pelajar. Perangkat ini terpilih dalam IB Global Youth Action Fund, menunjukkan bagaimana inisiatif siswa bisa berkembang dari pembelajaran di kelas menjadi solusi yang berpotensi memenuhi kebutuhan nyata masyarakat.

Program lainnya adalah PYPX, di mana selama 25 minggu, siswa kelas 5 bekerja dalam sembilan kelompok untuk meneliti berbagai masalah nyata, mulai dari kemiskinan dan perumahan, deforestasi, sampah makanan, energi bersih, hingga pencemaran laut.

Hasil penelitian tersebut selanjutnya diwujudkan dalam berbagai proyek, seperti mengajar bahasa Inggris kepada siswa dari komunitas yang memiliki akses pendidikan terbatas, membangun stasiun pengisian daya berbasis tenaga surya, menanam sayuran serta mengolah limbah makanan menjadi pupuk kompos, serta melakukan penanaman pohon dan mangrove.

Melaui PYPX, siswa menyadari bahwa dampak yang berarti harus dimulai dengan pemahaman mendalam terhadap suatu masalah sebelum mereka merancang respons yang bertanggung jawab.

Aaron menyatakan, inisiatif-inisiatif tersebut menunjukkan keyakinan BINUS SCHOOL Simprug bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada prestasi akademik. Keberhasilan juga dinilai dari kemampuan sekolah dalam membentuk generasi muda yang memiliki rasa empati, keterampilan, dan wawasan internasional, serta mampu mengubah perasaan peduli menjadi tindakan berdasarkan pemahaman dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Meraih gelar Champion dalam Brands For Good Awards 2026 mendorong kami untuk terus berkolaborasi dengan siswa, guru, orang tua, dan alumni dalam menciptakan dampak yang signifikan dan berkelanjutan. Di BINUS SCHOOL Simprug, kami yakin bahwa pendidikan tidak hanya tentang keunggulan akademik, melainkan juga membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki rasa empati terhadap masyarakat dan lingkungan, tetapi juga dilengkapi dengan pengetahuan, rasa percaya diri, serta kemampuan untuk mengubah kepedulian tersebut menjadi tindakan nyata dan perubahan positif di mana pun mereka berada," kata Aaron. "Kemenangan sebagai Champion dalam Brands For Good Awards 2026 memotivasi kami untuk terus bekerja sama dengan siswa, guru, orang tua, dan alumni dalam menciptakan dampak yang bermakna dan berkelanjutan. Di BINUS SCHOOL Simprug, kami meyakini bahwa pendidikan melampaui prestasi akademis, karena pendidikan bertujuan untuk membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, tetapi juga memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, serta keterampilan untuk mewujudkan kepedulian tersebut menjadi tindakan nyata dan perubahan positif di tempat-tempat mereka berada," ujar Aaron. "Penghargaan Champion di Brands For Good Awards 2026 mendorong kami untuk terus bermitra dengan siswa, guru, orang tua, dan alumni dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan dan bermakna. Di BINUS SCHOOL Simprug, kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang keunggulan akademik, melainkan juga tentang membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kesadaran terhadap masyarakat dan lingkungan, tetapi juga diberikan wawasan, keyakinan diri, serta kemampuan untuk mengubah kepedulian tersebut menjadi tindakan nyata dan perubahan positif di mana saja mereka berada," jelas Aaron.

Video Call Mahasiswi Undana yang Sedih, Mendikti Saintek: Kami Dukung Sampai Lulus Sarjana

Video Call Mahasiswi Undana yang Sedih, Mendikti Saintek: Kami Dukung Sampai Lulus Sarjana
Ringkasan Berita:
  • Seorang mahasiswi dari Universitas Nusa Cendana Kupang menjadi viral setelah gagal mengikuti sidang skripsinya sebanyak 12 kali yang akhirnya menyebabkan kondisi depresi.
  • Sebuah video berdurasi 31 detik yang beredar di media sosial menunjukkan seorang mahasiswi yang sedang dalam keadaan panik hingga terjatuh ke lantai.
  • Menteri Pendidikan dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengadakan panggilan video kepada mahasiswi tersebut sebagai bentuk dukungan.

KPA NEWS -Seorang mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami depresi akibat 12 kali gagal mengikuti sidang skripsinya mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Mahasiswi yang bernama Jessica Sofia Tunardjo saat ini sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Wirasakti Kupang.

Ia diduga sedang mengalami gangguan depresi. Dalam video berdurasi 31 detik yang beredar di media sosial, mahasiswi tersebut terlihat sangat panik hingga jatuh ke lantai.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Jefri S Bale beserta jajaran pengurus universitas mengunjungi mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), pada Sabtu (1/8/2026).

Pada kesempatan tersebut, Jefri menyampaikan bahwa perhatian terhadap keadaan Jessica juga berasal dari pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Melalui panggilan video, Brian memberikan motivasi kepada Jessica.

Ia juga memastikan bahwa studi Jessica mendapatkan dukungan penuh.

"Pak Menteri telah berkomunikasi langsung melalui panggilan video dengan saudara Jessica, menanyakan kondisi kesehatannya dan memastikan bahwa Kementerian akan mendukung penyelesaian studinya hingga menjadi sarjana," ujar Jefri, dilansir dariPos-Kupang.com.

Jefri mengatakan, kunjungan dari para pimpinan Undana dilakukan sebagai wujud dukungan semangat terhadap Jessica.

Sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam memantau penyelesaian masalah akademik Jessica setelah kondisi kesehatannya membaik.

Maka saya baru bisa hadir ke sini karena baru tiba dari luar kota. Kami datang untuk melihat dan setidaknya memberikan dukungan.

Dan menyampaikan bahwa secara institusi universitas mendukung serta berkomitmen menyelesaikan masalah yang dihadapi mahasiswa. Kami hadir untuk mereka," kata Jefri.

Jefri menyampaikan, dalam pertemuan bersama Jessica dan keluarganya, pihak universitas menginginkan agar fokus utama saat ini ditujukan pada proses pemulihan kesehatan Jessica.

Namun demikian, Undana memastikan bahwa seluruh hak akademik Jessica tetap akan terpenuhi.

Kami mengharapkan keluarga dan saudara Jesika lebih fokus pada proses pemulihan kesehatannya.

Menyangkut kelanjutan pendidikan dan proses akademik berikutnya, kami menjamin bahwa adik Jessica akan mendapatkan seluruh haknya.

"Kami akan memenuhi hak untuk menyelesaikan studi dengan prosedur yang lebih baik agar kejadian seperti yang terjadi saat ini tidak terulang lagi," tegasnya.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, keadaan Jessica mulai membaik, meskipun masih berada di tahap pemulihan.

Kami melihat adik Jessica sedikit mengalami perbaikan. Masih terdapat masalah kesehatan.

"Tetapi yang bersangkutan menyatakan bahwa kondisinya lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya. Hal ini yang paling penting bagi kami," katanya.

Di sisi lain, Dekan FKM Undana, Apris menyampaikan penyesalan atas kejadian yang menimpa mahasiswinya.

Saya sangat menyesal atas kejadian ini dan hal ini bukanlah yang kita harapkan.

"Harapan kami adalah menjadi fakultas yang memberikan pelayanan terbaik, khususnya kepada mahasiswa sebagai pemangku kepentingan utama kami," katanya, mengutipPos-Kupang.com.

Apris mengatakan, setelah mendengar kabar yang menimpa mahasiswi FKM, pimpinan fakultas segera mengadakan rapat koordinasi.

Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri oleh wakil dekan, kepala bagian administrasi, ketua program studi, serta pihak-pihak yang relevan.

Tujuan dari hal ini adalah mengumpulkan seluruh data dan menentukan tindakan cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Prinsip kami sama, masalah ini harus segera diatasi karena dosen dan mahasiswa adalah bagian dari keluarga besar FKM," katanya.

Selain itu, pihak fakultas juga telah berkomunikasi dengan dosen pembimbing serta penguji.

Namun, proses penjelasan mengenai seorang penguji dosen belum dapat dilakukan.

Karena, pihak yang bersangkutan sedang berduka atas kematian anggota keluarga.

"Kami memberikan waktu satu hingga dua hari agar beliau dapat melewati masa kesedihannya. Setelah itu kami akan mendapatkan informasi yang lengkap dari berbagai pihak," ujarnya.

Beberapa artikel ini pernah dimuat di Pos-Kupang.com dengan judul Rektor Undana Mengunjungi Mahasiswi FKM yang Dirawat di RS Wirasakti Karena Depresi.

(KPA BERITA -/Nanda Lusiana, Pos-Kupang.com/Elisabeth Eklesia Mei)

Iran Serang Dua Kapal Tanker AS di Selat Hormuz

 

trimatra news -- Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker minyak yang dijaga oleh militer Amerika Serikat (AS) saat melewati Selat Hormuz pada Jumat (31/7) waktu setempat. Serangan tersebut disebut dilakukan karena kedua kapal dianggap melanggar peraturan pelayaran yang ditetapkan oleh Teheran, serta memperparah ketegangan di jalur distribusi minyak yang paling kritis di dunia.

Dilaporkan oleh Guardian, korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengatakan kedua kapal tanker tersebut dihentikan setelah memasuki Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diakui oleh Iran. Menurut Teheran, kapal-kapal tersebut juga ditemani oleh pasukan udara Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, IRGC menyatakan, "kapal tanker minyak yang tidak mematuhi aturan diserang dan dihentikan, sementara empat kapal tanker lainnya segera berubah arah dan kembali ke posisi semula."

IRGC juga menyebutkan bahwa kapal-kapal tersebut berusaha melewati Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diketahui di bawah perlindungan pesawat militer Amerika Serikat.

Selat Hormuz Kembali Menjadi Titik Kekuatan Persaingan

Insiden terkini ini lagi-lagi menjadikan Selat Hormuz sebagai titik fokus ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara masing-masing mengklaim memiliki peraturan pelayaran yang harus diikuti oleh kapal-kapal niaga yang melewati wilayah tersebut.

Iran mengancam akan menyerang kapal yang melewati jalur selatan dekat pantai Oman, sementara Amerika Serikat juga mengancam kapal-kapal yang dianggap melanggar pembatasan terhadap Iran.

Sejak perang antara dua negara kembali meletus sekitar dua minggu yang lalu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz hampir berhenti total. Gangguan terhadap jalur distribusi energi global tersebut menyebabkan harga minyak dunia terus meningkat.

Pada hari Kamis, harga minyak mentah telah melebihi USD 90 per barel setelah Amerika Serikat menyerang Iran sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap pangkalan militer AS di Yordania.

Perang Menyebar ke Kuwait dan Lebanon

Pada saat yang bersamaan, perang juga menyebar ke negara-negara lain di kawasan Teluk.

Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan telah menghancurkan beberapa pesawat tak berawak Iran yang menuju 'fasilitas penting dan militer' tanpa menimbulkan korban jiwa.

Di wilayah selatan Lebanon, militer Israel melakukan ledakan besar di sekitar Kastel Beaufort. Israel mengklaim operasi ini ditujukan pada terowongan dan fasilitas milik Hizbullah.

Ledakan tersebut terdengar di berbagai wilayah di bagian selatan Lebanon dan menyebabkan area sekitar lokasi tertutup debu. Foto-foto dari tempat kejadian juga menunjukkan area yang terkena dampak rata akibat besar ledakan itu.

Pejabat Lebanon menyalahkan Israel atas pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. Namun, militer Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan demi menjaga keamanan wilayah utara negaranya.

Trump Mengadakan Rapat Kabinet untuk Membahas Perang Iran

Di Washington, Presiden Donald Trump mengundang anggota kabinetnya ke Camp David, Maryland, guna membahas perkembangan konflik yang masih terus berlangsung.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya menyatakan bahwa pertemuan kabinet tersebut akan menjadi 'sangat menyenangkan dan pengalaman yang berbeda bagi anggota kabinet'.

Namun, fokus utama rapat adalah perang melawan Iran yang sebelumnya dijanjikan oleh Trump akan berlangsung hanya beberapa minggu, tetapi kini telah memasuki bulan kelima.

Survei terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan penurunan dukungan masyarakat terhadap perang. Hanya sekitar sepertiga penduduk Amerika yang masih mendukung operasi militer tersebut, yaitu tingkat dukungan terendah sejak konflik berlangsung.

Di Kongres, Senat Amerika Serikat juga tidak berhasil mengesahkan resolusi simbolis yang meminta penghentian perang setelah mendapatkan hasil pemungutan suara yang sangat ketat yaitu 49 lawan 50.

Di sisi lain, konflik yang berlarut-larut justru memberikan keuntungan bagi perusahaan energi. ExxonMobil mencatatkan laba yang dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedangkan Chevron meraih keuntungan lebih dari lima kali lipat di tengah meningkatnya harga energi secara global.

Belum Punya Gedung, Angkatan Kedua SRMA 18 Blora Sementara Ditempatkan di Rembang

Belum Punya Gedung, Angkatan Kedua SRMA 18 Blora Sementara Ditempatkan di Rembang

KPA NEWS -, BLORA- Berbeda dengan angkatan pertama tahun lalu. Tahun ini, siswa baru angkatan kedua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora yang akan memulai tahun ajaran 2026/2027, masih belum dapat mengisi gedung sekolah SRMA 18 Blora yang berada di Cepu.

Karena proses pembangunan gedung belum selesai, maka sementara waktu akan ditempatkan di Gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Rembang.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, saat melepas keberangkatan 30 siswa baru SRMA 18 Blora dari halaman Kantor Bupati pada hari Jumat (31/7/2026).

"Ya, hari ini kita mengirimkan 30 siswa baru, baik laki-laki maupun perempuan, yang akan menjadi siswa SRMA 18 Blora. Hanya saja karena pembangunan gedung sekolah belum selesai, sehingga sementara ini mereka akan menempati gedung di SR Rembang. Nanti setelah pembangunan selesai, akan kita pindahkan kembali ke Blora, yang berada di Kecamatan Cepu," kata Bupati.

Bupati Arief pada kesempatan ini juga memberikan ucapan selamat dan semangat kepada 30 siswa-siswi yang terpilih. Semua berasal dari keluarga tidak mampu, beberapa di antaranya adalah yatim atau piatu. Ia mengajak mereka tetap percaya diri dan bersemangat dalam meraih masa depan yang lebih baik melalui SRMA 18 Blora.

"Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Program ini membawa harapan baru agar setiap anak Indonesia memiliki peluang untuk berkembang, mencapai impian, serta menjadi generasi yang unggul dan berintegritas," ujar Bupati.

"Selamat kepada seluruh siswa baru yang telah diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Ini merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Tidak semua anak memiliki kesempatan seperti yang diterima oleh anak-anakku hari ini. Oleh karena itu, bersyukurlah atas kesempatan ini dengan belajar secara sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, menghormati guru, mematuhi segala peraturan sekolah, serta terus mengembangkan potensi diri," tambahnya.

Di Sekolah Rakyat, menurut Bupati Arief, seluruhnya akan diatur dalam asrama dan memiliki aturan disiplin yang ketat. Oleh karena itu, ia meminta anak-anak tidak kaget dan bersikap serius.

"Mungkin ini akan menjadi sekolah asrama pertama bagi kalian. Namun jangan khawatir, semua layanan gratis dan terjamin. Orang tua tetap dapat mengunjungi dengan mematuhi aturan yang berlaku. Fokuslah pada belajar, mohon doa restu dari orang tua dan jangan lupa untuk mendoakan kebugaran mereka selalu. Begitu pula bagi orang tua yang sudah meninggal, semoga mendapat husnul khotimah melalui doa anak-anak yang sholeh dan sholehah. Nanti bagi siswa muslim akan diwajibkan menjalankan sholat jamaah lima waktu, ngaji dan kegiatan lainnya," ujar Bupati.

"Saya melihat di depan saya adalah calon Bupati, dokter, guru, perawat, insinyur, pengusaha, anggota TNI dan Polri, pegawai negeri sipil, serta profesi-profesi lain yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Keberhasilan kalian nanti tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan orang tua yang selama ini telah berjuang demi masa depan kalian. Saya berharap pendidikan yang kalian terima menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, menaikkan derajat orang tua, serta memutus siklus kemiskinan melalui pendidikan," tambah Bupati.

Meskipun sementara belajar di Kabupaten Rembang, Bupati berharap agar anak-anak tidak pernah merasa jauh dari rumah. Pemerintah Kabupaten Blora akan terus memberikan perhatian dan dukungan agar kalian dapat belajar dengan nyaman dan mendapatkan pendidikan yang terbaik.

"Kami juga berkomitmen penuh dalam memantau pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di Kabupaten Blora. InshaAllah, jika proses pembangunan selesai, anak-anak Blora nantinya bisa belajar di sekolah yang berada di kampung halamannya sendiri dengan fasilitas yang lengkap, nyaman, dan mampu menghasilkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. Bukan hanya 30 setiap angkatan, kami akan terus mengajukan agar kuotanya dapat ditingkatkan oleh pemerintah pusat," kata Bupati.

Bupati Arief juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah menyelenggarakan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Kepada para orang tua dan wali siswa, saya berharap tetap memberikan dukungan, doa, serta perhatian kepada anak-anak selama mereka menjalani proses pendidikan. Keberhasilan dalam pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh dukungan dari keluarga," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariyadi AP, bersama Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum M.Pd., mengungkapkan bahwa yang disimpan di Rembang hanya siswa baru dari angkatan 2026/2027.

"Hanya siswa baru angkatan tahun ini yang dititipkan. Sementara siswa angkatan tahun lalu, kini sudah duduk di kelas XI dan masih berada di gedung lama di Cepu. Nanti, ketika gedung baru selesai dibangun, angkatan kedua akan dipindahkan dari Rembang dan dikumpulkan di Cepu. Untuk sementara, mereka akan dititipkan di SR Rembang yang ada di Sulang. Lokasinya dekat dengan Blora," kata Luluk.

Setelah apel pemberangkatan, para siswa baru secara bergantian berjabat tangan dengan Bupati dan jajaran, kemudian berfoto bersama. Selanjutnya, satu per satu mereka naik ke bus yang akan membawa mereka ke Sulang Rembang. Tidak pergi sendirian, setiap siswa juga didampingi oleh anggota keluarganya.

Sementara itu, Qoti Tohili Kadu, salah seorang siswa baru lulusan SMP Negeri 2 Doplang, Kecamatan Jati, merasa bahagia dapat diterima di sekolah SRMA 18 Blora.

"Perasaannya senang karena diterima. Bisa sekolah secara gratis yang didanai oleh negara. Terima kasih Pak Bupati dan Pak Presiden, saya bisa melanjutkan pendidikan," katanya singkat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Muhammad Matohir, warga Desa Kedungsatriyan, Kecamatan Ngawen, yang berhasil diterima sebagai siswa SRMA 18 Blora. Siswa yang berasal dari pasangan orang tua dengan kondisi disabilitas ini merasa bersyukur bisa masuk ke sekolah rakyat.

"Alhamdulillah bahagia. Dengan diterimanya saya ini, bisa mengurangi beban orang tua, membuat mereka bangga. Semoga bisa merasa nyaman dan berprestasi," kata Matohir, lulusan SMPN 4 Ngawen ini.

Selain itu, Kepala Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Laga Kusuma, yang hadir untuk mengantarkan salah satu warganya juga bersyukur karena ada anaknya yang diterima di SRMA 18 Blora.

"Saya mengantar adik Siti Nur Indah, warga kami dari Desa Bangsri yang lulus SRMA. Ia adalah lulusan SMPN 2 Jepon. Memang kondisi ekonomi keluarganya kurang mampu, sehingga sangat terbantu dengan program ini," katanya.

Pemindahan siswa baru ke Sekolah Rakyat di Rembang dilakukan dengan menggunakan 2 unit bus. Setelah dilepas oleh Bupati, mereka langsung dibawa oleh Dinas Sosial P3A serta para pendamping masing-masing.(Iqs)

AS dan Israel Siap Serang Infrastruktur Energi Iran, Trump Pertimbangkan Keputusan Akhir

AS dan Israel Siap Serang Infrastruktur Energi Iran, Trump Pertimbangkan Keputusan Akhir
Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat dan Israel sedang mempersiapkan serangan udara besar terhadap sistem energi penting di Iran.
  • Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir, tetapi militer menginginkan operasi selesai sebelum pasar keuangan dibuka.
  • Tensi memuncak setelah Iran disangkakan melanggar perjanjian damai dan menyerang kapal perdagangan serta anggota militer Amerika Serikat.
  • Iran merespons dengan menyerang pangkalan udara di Kuwait menggunakan pesawat tanpa awak dan menghalangi jalur perdagangan di Selat Hormuz.
 

trimatra news -Tegangan di kawasan Timur Tengah semakin memburuk. Amerika Serikat (AS) bersama Israel dilaporkan sedang menyusun rencana serangan udara besar-besaran yang ditujukan pada berbagai infrastruktur energi penting di Iran.

Serangan ini diperkirakan akan menjadi salah satu tindakan militer yang paling provokatif dalam meningkatnya perselisihan di wilayah tersebut.

Strategi Tujuan Sebelum Pasar Keuangan Dibuka

Berdasarkan laporan dari CBS News, gelombang serangan yang mungkin terjadi diperkirakan akan berlangsung sepanjang akhir pekan. Meskipun demikian, sumber mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga saat ini belum memberikan persetujuan akhir atau lampu hijau.

Terdapat tekanan taktis dari pihak militer agar operasi ini selesai sebelum pasar keuangan global kembali beroperasi pada Senin (3/8/2026).

"Kampanye ini akan menjadi salah satu yang paling keras terhadap infrastruktur energi Iran selama konflik AS-Israel melawan Iran," menurut laporan CBS, Sabtu (1/8/2026).

Tanda-tanda mengenai tindakan militer berikutnya juga semakin jelas dari Gedung Putih. Washington terus memberi tekanan kepada Teheran agar segera membuka kembali jalur penting Selat Hormuz dan mematuhi perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua belah pihak bulan lalu, meskipun perjanjian tersebut cepat berakhir.

Saling Menyalahkan Terkait Pelanggaran Perjanjian Damai

Tensi meningkat setelah Amerika Serikat menuduh Iran melanggar kesepakatan perdamaian. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan Teheran yang dianggap memicu ketegangan.

Menurut Leavitt, Iran pernah menandatangani perjanjian gencatan senjata (MoU), tetapi segera melanggarnya dengan menembak kapal dagang yang mengakibatkan kematian prajurit Amerika.

"Iran akan terus membayar sampai mereka bersedia berunding dengan cara yang dianggap bermakna oleh Presiden Trump," ujar Leavitt dalam pernyataannya pada malam Jumat, menurut laporan AP News.

Pernyataan tegas ini memperkuat sinyal bahwa Amerika Serikat tidak ragu untuk melanjutkan tindakan militer. Dalam pertemuan dengan anggota kabinet di tempat istirahat presiden Camp David, Maryland, Trump menyampaikan niatnya secara langsung.

"Kita akan menyerang mereka secara tajam," ujar Trump dalam percakapan dengan jurnalis.

Ia percaya bahwa tekanan militer yang terus-menerus akan memaksa pihak Iran akhirnya menyerah.

"Anda tahu, pada suatu waktu mereka akan mengatakan, 'Kami tidak bisa lagi menahan diri'," lanjutnya.

Respons Iran: Selat Hormuz Tegang dan Serangan Drone terhadap Kuwait

Di sisi lain, Teheran melakukan sejumlah tindakan balasan. Pasukan Garda Revolusi Iran yang bersifat paramiliter meluncurkan serangan drone ke pangkalan udara di Kuwait yang dihuni oleh pasukan Amerika Serikat, sebagai respons terhadap serangan AS sebelumnya pada hari Kamis.

Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi bahwa pasukan bersenjata mereka berhasil menangkal dan menghancurkan drone yang memasuki wilayah udara mereka pada hari Jumat. Meskipun serangan tersebut menargetkan beberapa fasilitas militer penting dan menyebabkan kerusakan akibat pecahan peluru, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pihak Kuwait tidak memberikan informasi pasti mengenai jumlah drone yang berhasil dijatuhkan.

Di sisi lain, kondisi di jalur perdagangan minyak global semakin memburuk. Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan telah menembak dua kapal tanker yang berusaha melewati Selat Hormuz, sementara media pemerintah Iran melaporkan bahwa empat kapal tanker lainnya harus kembali.

Akibat tingkat perang yang semakin meluas, jalur air utama untuk pengiriman minyak dan gas global kini hampir sepenuhnya terganggu.

(trimatra news -/Tribunnews.com)

Malik Bawazier Diduga Lakukan Zina, Cut Keke Bocorkan Kondisi Rumah Tangganya

Malik Bawazier Diduga Lakukan Zina, Cut Keke Bocorkan Kondisi Rumah Tangganya
Ringkasan Berita:
  • Suami dari Cut Keke, Malik Bawazier dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga terlibat dalam perselingkuhan dan perzinaan.
  • Kekasih Malik Bawazier menyangkal tuduhan perzinaan yang melibatkan Malik Bawazier.
  • Pengakuan Keke tentang keadaan pernikahannya dengan Malik Bawazier.

trimatra news -- Kapal rumah tangga aktris Cut Keke dan pengacara Malik Bawazier sedang dihimpit isu negatif.

Malik Bawazier dilaporkan oleh pihak berwajib terkait dugaan perselingkuhan dan perzinaan.

Namun, bukan malah goyah, Cut Keke justru menunjukkan kesetiaan dan keyakinan penuh terhadap suaminya.

Berita mengejutkan ini dimulai ketika seorang pria bernama Aris mengajukan laporan ke Polda Metro Jaya.

Aris mengklaim bahwa Malik Bawazier memiliki hubungan terlarang dengan istrinya, Endah Fitrianingsih.

Ketidakpercayaan ini muncul setelah Aris menemukan Malik sedang berada di lobi apartemen bersama istrinya.

Meragukan, Aris segera bertindak cepat untuk mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV di tempat kejadian, yang kemudian digunakan sebagai dasar laporan kepada pihak berwajib.

Merupakan tanggapan terhadap isu hangat yang melibatkan nama suaminya, Cut Keke akhirnya memberikan pernyataan.

Cut Keke dengan tegas menyangkal tuduhan perzinaan yang melibatkan Malik.

Menurut aktris yang memiliki keturunan Aceh, tuduhan tersebut lebih bersifat fitnah.

"Saya percaya kepada suami saya, mungkin itu lebih banyak fitnah," kata Cut Keke kepada para jurnalis, Jumat (31/7/2026).

Tidak hanya mengatasi isu yang sedang beredar, Cut Keke juga memastikan bahwa keadaan rumah tangganya dengan Malik Bawazier tetap sangat harmonis dan tidak terganggu oleh laporan polisi tersebut.

Bintang sinetron Kecil-kecil Jadi Mantenini bahkan mengakui tidak memiliki rasa kecewa terhadap Malik terkait tuduhan tersebut.

"Tidak ada masalah, hubungan dengan suami tetap baik," jelasnya.

Kronologi Suami Cut Keke Diduga Tertangkap Basah Bersama Istri Orang di Apartemen

Seperti yang diketahui, suami dari Cut Keke, Malik Bawazier, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus perzinaan.

Laporan itu disampaikan oleh Aris yang mengklaim melihat istrinya sedang bersama Malik di sebuah apartemen.

Hari ini saya melaporkan istri sah saya, Endah Fitrianingsih, beserta seorang pria bernama Malik. Selanjutnya saya serahkan kepada pengacara saya," kata Aris di Polda Metro Jaya, Selasa (28/7/2026), dikutip dariGrid.id.

Wewenang hukum Aris, Riphat Senikentara, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi ketika kliennya datang ke unit apartemen miliknya.

Tidak terduga, Aris bertemu dengan istrinya dan Malik di area lobi apartemen.

"Ya, pada dasarnya sebelumnya klien kami datang ke unit apartemen miliknya, milik klien kami. Datang dan ternyata secara tidak sengaja bertemu di lobi. Bertemu di lobi apartemen," jelas Riphat.

Merasa waspada, Aris selanjutnya mengumpulkan beberapa bukti.

Menurut Riphat, salah satu bukti yang dimiliki adalah rekaman kamera pengawas dari area lobi hingga bagian dalam unit apartemen.

"Salah satu alat buktinya adalah kamera pengawas. Kamera pengawas tersebut terdapat di lobi apartemen, juga ada di dalam unit apartemen, begitu ya," kata Riphat.

Ketika ditanya tentang identitas Malik sebagai suami seorang artis, Riphat memutuskan untuk tidak banyak menyampaikan pendapat.

Ia menyatakan bahwa fokus mereka saat ini adalah pada proses hukum, bukan pada kehidupan pribadi dari pihak yang dilaporkan.

Mengenai apakah klien saya mengetahui siapa artis ini, atau apakah suaminya adalah seorang artis, menurut saya sebaiknya saya menjaga privasi. Saya rasa hal itu tidak seharusnya dibicarakan, kata Riphat.

Riphat menjelaskan, nama yang dilaporkan disampaikan kepada masyarakat agar tidak timbul berbagai dugaan.

Menurutnya, tindakan tersebut diambil untuk memberikan informasi yang jelas.

"Nama yang dilaporkan tersebut dalam rangka menjaga agar tidak terjadi kebingungan, tidak ada spekulasi seperti itu," jelas Riphat.

(trimatra news -/Indah Aprilin) (Grid.id/Ragillita)

Opini: Menghadapi Dosen yang Menyulitkan

Opini: Menghadapi Dosen yang Menyulitkan

Oleh: Tans Feliks

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang, Nusa Tenggara Timur.

trimatra news -Insiden Jessica Sofia Tunardjo (JST), mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Undana, yang mengalami sakit akibat ujian skripsinya dibatalkan sebanyak 12 kali (Pos Kupang, “Jessica Alami Tekanan Psikis,” 31 Juli, 2028, hal. 1 dan 7), menunjukkan bahwa hubungan akademis antara dosen dan mahasiswa tidak selalu berjalan lancar.

Hubungan yang tidak harmonis, tentu, tidak selalu disebabkan oleh tindakan dosen atau sebaliknya.

Dengan demikian, dalam kasus JST bersama dosen tersebut, kita belum tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Sampai saat ini.

Hasil pengawasan objektif pimpinan Undana, sebagaimana dimuat dalam berita utama Pos Kupang, akan diumumkan kepada masyarakat.

Pada waktu itu, nanti, kita akan tahu dengan jelas posisi masalahnya. Sambil menunggu hal tersebut, saat ini kita berharap dan berdoa agar JST segera pulih dan dapat diuji.

Dalam rangkaian gagasan tersebut, tulisan ini tentu bukan dimaksudkan untuk menyalahkan dosen JST. Tidak. Sama sekali tidak.

Pengalaman panjang penulis sebagai guru besar sejak tahun 1988 menunjukkan bahwa banyak dosen dengan pendekatan masing-masing, dalam keterbatasan mereka, bahkan telah berkontribusi penuh dalam menghasilkan banyak individu yang bermanfaat bagi negara ini. Di berbagai bidang.

Winston Rondo, seorang tokoh dan politisi ternama NTT, setuju dengan gagasan tersebut. "Mayoritas dosen kita, katanya, telah bekerja dengan sangat baik dan menunjukkan dedikasi yang tinggi serta menghasilkan lulusan yang berkualitas." (Dalam Pos Kupang, 31 Juli 2026, hal. 7. "Jangan Ada Kesewenangan Akademik," hal. 1 dan 7).

Meskipun demikian, pengalaman kami juga menunjukkan bahwa selama proses pendidikan yang panjang seorang mahasiswa, terdapat juga dosen atau, lebih tepatnya, disebut sebagai oknum dosen, yaitu individu-individu tertentu, yang sesekali mempersulit para mahasiswanya.

Bagi para mahasiswa, mereka adalah ahli: segala sesuatu (yang dibuat) sulit. Mereka inilah yang saya sebut di atas sebagai Londo Ireng (Bahasa Jawa): Belanda hitam.

Mengapa disebut Londo Ireng? Istilah ini awalnya digunakan oleh orang Jawa untuk mengacu pada pasukan Belanda yang direkrut dari Afrika Barat.

Belanda memerlukan mereka untuk bertempur, khususnya di Aceh. Orang setempat menyebut orang Afrika itu sebagai orang Belanda. Karena mereka bekerja untuk Belanda, tetapi mereka disebut hitam karena warna kulit mereka.

Kata tersebut kembali diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam perayaan HUT Partai Kebangkitan Bangsa, pada tanggal 23 Juli lalu.

Dalam pidatonya, Presiden menyebut Londo Ireng sebagai seorang warga Indonesia yang kritis terhadap pemerintahnya, namun tindakan mereka bertujuan untuk melindungi kepentingan asing dan mengabaikan kepentingan negara sendiri.

Dalam konteks tersebut, jelas saja, dosen Londo Ireng, di Undana maupun di tempat lain di negeri ini, sebenarnya tidak ada: tidak ada dosen kami yang mengkritik kebijakan makanan bergizi gratis, misalnya, karena setia kepada negara asing.

Tidak ada. Jika ada yang mengkritik pemerintah, itu, menurut saya, murni demi kebaikan negara ini.

Namun, kata-kata, kita tahu, tidak selalu memiliki makna yang tetap.  Maknanya dapat berubah seiring waktu.  Tidak pernah bersifat abadi (Lihat Marianne Josgensen dan Louise Phillips.  2002.  Discourse Analysis as Theory and Method.  London: Sage Publication).

Dalam konteks tersebut, penggunaan frasa "dosen Londo Ireng" tampaknya dapat diterima, yaitu dosen yang memiliki mentalitas "penjajah": menciptakan kondisi yang menyulitkan mahasiswa.

Menghadapi mereka, dosen Londo Ireng tersebut, semua terasa sulit bagi para mahasiswa, sebagaimana yang saya sampaikan di atas.

Kolom "Salam", Tajuk Rencana, Harian Pos Kupang (31 Juli 2026, hal. 2), dengan topik, "Undana, Mahasiswa dan Oknum Dosen," mengakui kehadiran dosen seperti itu.

Di dalam kolom tersebut, Pos Kupang menyampaikan, “Kasus Jessica sebenarnya merupakan salah satu dari banyak kejadian yang terjadi antara dosen dan mahasiswa.  Apa yang menariknya masih saja ada beberapa dosen yang sering menghambat para mahasiswa, khususnya dalam tugas akhir.  Dan, hal ini sudah menjadi rahasia umum yang telah berlangsung lama” (teks miring dari penulis).

Agar tidak terkena kerugian akibat oknum dosen Londo Ireng seperti itu, menurut saya mahasiswa segera harus mengambil tindakan nyata, misalnya dengan meminta kepada koordinator program studi (Koprodi) untuk mengganti pembimbing penulisan skripsinya, jika itu masalahnya.

Jika tidak diperbolehkan oleh Koprodi karena alasan tertentu, jangan berhenti di situ. Sampaikan masalahnya kepada dekan atau rektor atau pihak lain yang berkaitan. Siapa pun. Bahkan, organisasi apa pun.

Agar tidak merasa stres sendiri dan masalahnya dapat selesai. Secara anggun. Berjuang tanpa menyerah, tetapi tentu saja tanpa kekerasan: Ahimsa seperti yang dikenalkan oleh Mahatma Gandhi yang terkenal itu.

Selain itu, tindakan lainnya, sebelum isu tersebut menjadi viral, juga harus dilakukan sesuai dengan perkembangan zaman yang sangat pesat saat ini.

Sebagai contoh, mahasiswa dapat menulis dan mengirimkan usulan apa pun melalui WhatsApp atau aplikasi lain yang sesuai kepada dosen atau pimpinan. Menurut saya, dosen atau pimpinan yang baik pasti akan segera memberikan respons terhadapnya.

Jika tidak ingin menggunakan aplikasi seperti WhatsApp, mungkin lebih baik menyampaikan saran melalui kotak saran.

Di tempat tersebut, pesan dapat ditulis dan kritik dapat disampaikan tanpa menyebutkan nama pengirim pesan atau pengkritik.

Oleh karena itu, kotak masukan harus disediakan oleh pimpinan di setiap sudut kampus, sehingga setiap mahasiswa dapat mengirimkan saran atau kritik kapan saja. Untuk melakukan hal tersebut, memang mahasiswa perlu memiliki keberanian.

Namun mengapa merasa takut terhadap sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga, serta pada akhirnya juga bermanfaat bagi bangsa?

Ajaran leluhur kita, yaitu berani karena benar, takut karena salah, menurut saya, dapat menjadi pedoman dalam perjuangan yang, baik sadar atau tidak, memiliki dampak besar terhadap orang lain, sekarang dan kelak. Setidaknya peristiwa serupa yang melibatkan mahasiswa tidak akan terulang lagi.

Ini penting karena ada kasus yang berujung pada kerugian bagi mahasiswa, seperti meninggalkan studi (DO), pernah terjadi. Lebih menyedihkan lagi, bahkan melebihi yang dialami JST: semua mata kuliah telah lulus, penelitian untuk tugas akhir dan seminar hasil penelitian sudah selesai, tetapi mahasiswa tersebut tetap DO.

Karena di detik-detik terakhir, dosen tidak hadir sebagai penguji skripsi. Itu sejatinya bukan DO dalam arti biasa, melainkan PO, dikeluarkan. Mahasiswa ditolak dan terjatuh (Tans Feliks. "Belajar dari Dua Narasi Kontras Undana". Apakah itu tidak lebih kejam?

Dalam kasus JST, saya mengapresiasi para pemimpin Undana yang saat ini sedang berupaya mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Memang, sebenarnya demikian.

Perguruan tinggi (PT) perlu terus berupaya memberikan yang terbaik bagi setiap mahasiswanya, tanpa memandang latar belakang maupun kondisinya.

Karena mahasiswa, seperti pemuda pada umumnya, merupakan masa depan bangsa: mereka adalah siswa hari ini, pemimpin besok.

Dengan memegang prinsip tersebut, pemimpin PT tidak hanya melindungi kepentingan mahasiswa dan keluarganya, tetapi juga negaranya.

Itu pendapat saya mengenai cara menghadapi dosen Londo Ireng yang masih berada di kampus, meskipun jumlahnya mungkin sedikit. Apa saran Anda? (*)

Ikuti terus informasi dan tulisan opini dari trimatra news di Google News