Wagub Kalteng Dorong 340 Wisudawan UMPR Jadi Wirausaha di Era AI

Wagub Kalteng Dorong 340 Wisudawan UMPR Jadi Wirausaha di Era AI

Minggu, 02 Agustus 2026, Agustus 02, 2026
KPA BERITA -.CO.ID, PALANGKA RAYA,– Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng),Edy Pratowo, menekankan pentingnya perubahan, kemampuan beradaptasi, dan semangat wirausaha kepada 340 lulusanUniversitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR)Pesan ini disampaikan agar lulusan dapat menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah akibat perubahan digital dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Edy menyampaikan pesan tersebut saat hadir dalam acara Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIII serta Program Sarjana XXXVI UMPR di Palangka Raya, Sabtu. Ia menekankan bahwa perubahan berlangsung sangat cepat sehingga lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi melalui tindakan nyata dan inisiatif yang konkrit.

"Perubahan digital, kemajuan teknologi AI, serta persaingan internasional mengharuskan lulusan universitas mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan," ujarnya.

Jangan Hanya Membayangkan Menjadi Pegawai Negeri

Edy Pratowo menegaskan bahwa lulusan universitas kini tidak boleh hanya mengandalkan pola pikir mencari pekerjaan, terutama dalam menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Kesempatan yang ada cukup terbatas dibandingkan jumlah lulusan tiap tahunnya.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi mendorong lulusan untuk menjadi wirausaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitarnya. "Jangan hanya berpikir untuk menjadi pegawai negeri. Jadilah pengusaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Edy juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan UMPR dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama tersebut dilakukan melalui program kuliah gratis serta pendidikan vokasi Diploma I di bidang pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyatakan rasa terima kasih atas pelaksanaan wisuda tahun ini yang dilakukan di sebuah hotel, sehingga para lulusan dan tamu undangan dapat mengikuti acara dengan lebih nyaman meskipun kondisi kabut asap sedang melanda beberapa wilayah di Kalimantan Tengah.

Pesan Rektor dan LLDIKTI

Rektor UMPR Lektor Kepala Dr Muhamad Yusuf SSos MAPmenjelaskan bahwa dalam acara Yudisium dan Wisuda tersebut, UMPR mengeluarkan sebanyak 340 mahasiswa. Rincian terdiri dari 160 lulusan Program Pascasarjana dan 180 lulusan Program Sarjana.

Rektor UMPR menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan mahasiswa, melainkan langkah awal menuju kehidupan dan dunia nyata yang penuh dengan persaingan tanpa batas. Oleh karena itu, ia mengajak para lulusan untuk memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sebagai fondasi dalam terus meningkatkan kualitas diri.

Selain kemampuan akademis, aspek utama dalam menjalani kehidupan sosial adalah kemampuan mengelola pikiran yang tangguh. Nanti dalam dunia kerja akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi," ujarnya. Dr Yusuf juga mengingatkan para lulusan agar mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan situasi yang terus berkembang.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan,Muhammad Akbar, mengajak para dosen untuk terus mengembangkan kompetensi agar mampu memberikan proses pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pasar kerja. Ia juga memperingatkan lulusan untuk mengimplementasikan budaya ilmiah yang telah dipelajari selama menyusun skripsi maupun tesis dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, metode ilmiah mengajarkan seseorang untuk mengumpulkan data, melakukan analisis yang objektif, serta menyimpulkan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting agar lulusan tidak mudah membuat keputusan atau menyebarluaskan informasi tanpa melalui proses verifikasi.

"Kesetiaan, kejujuran, dan kepercayaan harus senantiasa dipertahankan karena itulah yang akan menciptakan keyakinan masyarakat terhadap para lulusan," katanya.

Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan yang berada di bawah naungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah,Moh. Mudzakkir, menyatakan gelar sarjana sebagai modal simbolis yang menunjukkan seseorang memiliki kemampuan akademik dan intelektual. Namun, menurutnya, penghargaan sebenarnya akan diperoleh jika lulusan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sesuai bidang keahlian mereka. Ia juga mengajak para alumni menjaga modal sosial yang dimiliki dengan tetap memegang teguh nilai kejujuran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya.

Isi ini disusun dengan dukungan teknologi AI.

TerPopuler